Setara Institute: Tak Ada Penodaan Agama Pada Pernyataan Sukmawati

Halili
Direktur Riset Setara Institute, Halili. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Setara Institute menilai tak ada hal substansif yang memerlukan tindakan hukum pada pernyataan Sukmawati Soekarno Putri. Karenanya, kasus ini dinilai tak membutuhkan penyelesaian pengadilan.

“Saya tak melihat ada persoalan substansif yang berkaitan dengan hukum untuk mempersoalkan statmen Sukmawati dengan pasal penodaan agama,” ujar Direktur Riset Setara Institute, Halili ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Ahad (24/11).

Dia memandang tak ada ruang hukum untuk Sukmawati sebab tak ada yang dirugikan dari pernyataan dia. Adapun sosok yang disebut Sukmawati, yakni Soekarno dan Nabi Muhammad telah wafat.

Menurutnya, akan lebih baik jika pernyataan Sukmawati disikapi secara akademis atau lewat jalur diskusi. Sekali lagi, tegas Halili, interpretasi hukum tidak diperlukan.

“Kalau saya sebagai umat Muhammad terganggu ya keluarkan statmen yang kontra. Artinya bukan interpretasi hukum, tapi ruang untuk salurkan kebebasan berpendapat,” jelas Halili.

Putri Presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama. Dia dilaporkan oleh warga Bandung bernama Irfan Noviandana.

Irfan mengatasnamakan diri sebagai seorang muslim asal Bandung dengan didampingi kuasa hukumnya, Sumadi Admaja. Keduanya menyambangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polda Metro Jaya, Senin (18/11).

Sumadi mengatakan, pelapor sebagai pihak umat Islam yang merasa dirugikan atas pernyataan Sukmawati dalam sebuah acara diskusi. “Jadi kami melaporkan terkait kasus penistaan agama,” katanya.

Menurut dia, Sukmawati sudah dua kali berulah tanpa diproses secara hukum. Sebelumnya, dia juga menyinggung umat Islam terkait puisinya soal azan dan jilbab.

“Saya merasa nabi saya, junjungan saya, yang mengenalkan saya kepada Allah itu direndahkan,” jelas Irfan.

Menurut dia, tidak pantas seorang manusia biasa dibandingkan dengan nabi. Apalagi nabi dibandingkan jasanya dengan Soekarno.

“Ya, karena nabi jasanya sepanjang masa dari sejak turunnya wahyu kepada Allah sampai akhir zaman, jadi tidak terbatas jasa nabi ke umat manusia. Saya pribadi sebagai muslim sangat tersinggung,” tegasnya.

Dalam laporannya, Sukmawati disangkakan Pasal 156(a) tentang penistaan agama. Irfan juga membawa barang bukti berupa video dan soft copy. “Kemudian kita juga bawa barang bukti berupa link-link berita video terkait,” ujarnya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here