Soal Kasus Novel, Mahfud MD: Tanyakan ke Polisi

mahfud md
Menko Polhukam, Mahfud MD. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Jakarta –┬áMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, tak berkomentar banyak soal kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Menurut Mahfud, kasus ini ditangani kepolisian sehingga perkembangan penanganannya sebaiknya ditanyakan kepada Polri.

“Ya, itu Polri yang menangani. Saya tidak pernah ikut menangani,” katanya, di Kantor Kemenko Polhulkam, Jakarta, Rabu (4/12).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan koordinasi dengan kepolisian tidak dilakukan terus-menerus karena penanganan kasus sudah berjalan.

“Itu kan jalan dalam sebuah proses yang ditangani secara khusus oleh polisi. Jadi, tidak tahu. Tanya ke Polri. Biar tidak ada berapa pintu, gitu,” elak Mahfud.

Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, tim teknis kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan diberikan tenggat waktu tiga bulan untuk bekerja, yakni di awal Agustus hingga Oktober 2019. Kadiv Humas Polri ,Irjen Pol Mohammad Iqbal, sebelumnya mengklaim bahwa ada kemajuan signifikan dari hasil kerja tim teknis yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK itu.

Kendati demikian, Polri belum pernah menjelaskan hasil signifikan dari kerja tim yang beranggotakan puluhan anggota terbaik Polri tersebut. Tim teknis dibentuk berdasarkan rekomendasi dari tim pencari fakta (TPF) kasus Novel yang telah mengumpulkan fakta soal kasus itu selama enam bulan masa kerja.

TPF menengarai motif penyerangan terhadap Novel diduga karena sakit hati dan balas dendam dari seseorang yang kasusnya pernah ditangani Novel. Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, memastikan bahwa tim teknis masih bekerja untuk menguak pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan.

Selain mengumpulkan alat bukti, penyidik juga masih mendalami bukti-bukti yang ada. “Tetap bekerja mencari siapa pelakunya dan mengumpulkan semua alat bukti,” kata Argo. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here