Kasus Penyelundupan Eks Dirut Garuda Tidak Diserahkan ke KPK

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson yang diduga melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra alias Ari Ashkara, sepenuhnya ditangani Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyatakan, pihaknya tidak akan melimpahkan kasus itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kan sekarang Bea Cukai yang tangani. Kita tunggu aja pidana, kita tunggu aja proses kerja dari Bea Cukai,” kata Arya di Jakarta, Kamis (5/12) malam.

Dia menuturkan, permasalahan di Garuda Indonesia saat ini adalah kongkalikong dalam upaya penyelundupan barang ilegal. Dan Arya melihat, instansi yang paling pas menangani masalah ini adalah Ditjen Bea dan Cukai. Pihaknya juga telah mencopot Ari dari tampuk kepemimpinan maskapai penerbangan pelat merah itu. “Langsung memukul pucuk pimpinannya,” ujar Arya.

Baca Juga:  Penjelasan Terkait 'Kisruh' Pimpinan KPK dan Mumtaz Rais di Pesawat Garuda

Dengan begitu, dia tidak ingin komitmen perbaikan BUMN di era Erick Thohir diragukan. Niatan ini sesuai keinginan Presiden Jokowi memperbaiki BUMN. Arya juga tak ingin kasus penyelundupan di Garuda ini jadi polemik. Sebab, kasus itu sekarang sudah ditanggulangi dan Kementerian BUMN telah mendesain langkah jangka panjang, supaya hal serupa tak berulang.

Salah satu langkah itu adalah dengan penguatan peran komisaris di perusahaan pelat merah. Mereka akan diberi wewenang melakukan audit BUMN. “Jadi perpanjangan tangan kementrian untuk audit,” kata Arya. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here