KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Bos Lippo Cikarang terkait Kasus Suap Meikarta

Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (tengah). Foto: Antara

Indonesiainside.id, JakartaKPK memperpanjang masa penahanan tersangka suap Meikarta, Bartholomeus Toto. Mantan presiden direktur (presdir) Lippo Cikarang itu masih harus mendekam di dalam rumah tahanan (rutan) hingga 40 hari ke depan.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan untuk tersangka BTO (Bartholomeus Toto), swasta, dalam perkara dugaan Suap terkait perizinan proyek Meikarta,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (6/12).

Penahanan diperpanjang terhitung sejak 10 Desember 2019. Adapun terkait kasus ini, Toto telah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam petitumnya, Toto meminta KPK membayar ganti rugi materiel sebesar Rp100 juta dan kerugian imateriel senilai Rp50 miliar yang dibayarkan secara tunai dan sekaligus kepada pemohon.

Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, permohonan praperadilan Toto terdaftar pada Rabu (27/11/2019) dengan nomor perkara 151/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL.

Saat ini, lembaga antirasuah telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus suap Meikarta, termasuk Sekretaris Daerah Jawa Barat nonaktif, Iwa Karniwa, dan eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto. Iwa diduga menerima suap Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili, pada Desember 2017.

Uang tersebut diduga untuk memuluskan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sementara, Bartholomeus Toto diseret karena diduga melakukan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Tersangka Iwa Karniwa diduga melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Bartholomeus Toto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here