Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Kasus Jiwasraya

Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan, masuk ke kendaraan untuk dibawa ke Rutan Cipinang. Antara/Anita Dewi

Indonesiainside.id, Jakarta – Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka kasus  dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. Tiga tersangka merupakan mantan petinggi Jiwasraya.

Mereka adalah mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro juga jadi tersangka dalam kasus tersebut.

Usai pemeriksaan, kelima tersangka keluar dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan menuju mobil. Mereka dibawa dengan mobil tahanan yang berbeda.

Para tersangka dibawa ke Rutan Cipinang dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk ditahan selama 20 hari. Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, penyidik memeriksa delapan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi Jiwasraya.

Selain merka yang telah ditetapkan jadi tersangka, lainnya hanya diperiksa untuk memperkuat pembuktian. Mereka adalah Institutional Equity Sales PT Trimegah Securities Tbk Meitawati Edianingsih, karyawan PT Asuransi Jiwasraya Agustin Widhiastuti, Kepala Seksi Divisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Anggoro Sri Setiaji, dan Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Mohammad Rommy.

Penyidikan kasus ini terus dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan bukti agar dugaan terjadinya penyalahgunaan investasi yang melibatkan 13 perusahaan tersingkap. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here