Kejati Bali Tahan Ketua LPD Desa Gerokgak Terkait Kredit Fiktif Rp1,3 M

Tim penyidik Kejati Bali melaku tahap 2 di Kejari Buleleng dan langsung melakukan penahan tersangka. Foto: Hari Santosa/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Denpasar – Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali menahan Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Gerokgak, Buleleng terkait kredit fiktif nasabah sejak tahun 2008 sampai 2016. Nilai kerugian yang diderita nasabah mencapai Rp1,3 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Idianto SH MH mengatakan Penyidik Pidsus Kejati Bali sudah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Tim Jaksa Penuntut Umum di Kejari Buleleng.
Hal ini terkait penanganan perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit (kredit fiktif) yang terjadi di LPD Desa Pakraman Gerokgak.

Kasus ini berlangsung dalam kurun waktu tahun 2008 sampai 2016 dengan tersangka pengurus LPD Desa Pakraman Gerokgak yaitu Komang Agus Purtajaya, SE selaku Kepala LPD. “Atas perbuatan tersangka tersebut diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1,3 miliar,” katanya Kamis (16/1).

“Kami sudah melakukan penahanan pada hari ini Kamis (16/1),” tegasnya. Dasar penahanan adalah alasan obyektif karena pasal ancamannya di atas 5 tahun, karena di atas 5 tahun JPU bisa melakukan penahanan.

“Kemudian alasan lainnya adalah untuk penuntasan perkaranya, jadi kita busa fokus. Jadi suatu saat jika kami memerlukan pemeriksaan tidak khawatir melarikan diri atau menghilangkan barang buktu,” terangnya.

Lalu bagaimana kronologinya?

Awalnya ada gejolak di masyarakat, berawal ada nasabah yang menarik tabungan ke LPD Gerokgak, namun pihak LPD malah hanya menjanjikan penarikan karena tidak uang. “Akhirnya timbul kecurigaan masyarakat karena yang lain juga mengalami hal yang sama, saat akan menarik tabungan uang tidak ada,” jelasnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here