Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara karena Jual Beli Jabatan di Kemenag

Ngaku tak Bisa Beraktivitas, Rommy Minta Pindah Penjara
Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Rommy. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvomis Romahurmuziy alias Romy dengan hukuman dua tahun penjara. Eks ketua umum PPP itu dinyatakan terbukti menerima suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar ketua majelis hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/1).

Selain kerangkeng dua tahun, Romy juga didenda Rp100 juta. Jika tak sanggup membayar denda itu, hukumannya diganti dengan kurungan tiga bulan.

Dalam kasus ini, Romy dinilai terbukti menerima Rp255 juta dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Adapun mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, juga dikatakan menerima suap sebesar Rp70 juta.

Dalam kasus jual beli jabatan tersebut, Romy dan Lukman dinyatakan melakukan intervensi dalam menjadikan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. “Mereka tetap melakukan perbuatan tersebut serta saling membagi peran satu dengan lainnya,” ujar hakim Rianto Adam Pontoh.

Selain itu, dalam perkara ini Romy juga terbukti menerima suap Rp50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Muafaq Wirahadi. Penerimaan suap dilakukan sepanjang Januari hingga Maret 2019.

Romy terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (AIJ)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here