Niat Laporkan Dugaan Korupsi Revitalisasi Monas, Eh Laporan PSI Malah Ditolak KPK

Sejumlah politisi PSI melaporkan kejanggalan kontraktor dalam proyek revitalisasi kawasan Monas, Jakarta, ke KPK, Kamis (23/1). Foto: Rudi Hasan/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hari ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melaporkan dugaan korupsi dalam revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun, laporan itu tak bisa diproses KPK lantaran berkas yang mereka bawa tak cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

“Tadi masih ada berkas yang harus dilengkapi, jadi belum bisa ditunjuki. Belum ada (surat tanda terima laporan), karena masih ada dokumen yang harus dilengkapi yaitu dokumen kontrak,” ucap anggota tim advokasi PSI Jakarta, Patriot Muslim, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/1).

PSI mempersoalkan alamat kontraktor PT Bahana Prima Nusantara yang dianggap masih simpang siur. Perusahaan itu menjadi pelaksana dalam proyek revitalisasi Monas.

“Jadi dari penelusuran media dan penelusuran dari tim kami, kantor kontraktor itu di Ciracas (Jakarta Timur). Tetapi setelah ditelusuri, ternyata ada info lagi di Letjen Suprapto Cempaka Putih, itu juga gak jelas malah,” ujar Patriot.

Menurut dia, ada unsur pelanggaran dalam alamat kantor kontraktor tersebut. Sebab, saat proses lelang, semua informasi harus jelas terlampir sebagai salah satu persyaratan mengikuti tender.

“Dari website lpse.jakarta.go.id, bisa ditemukan data terkait nama kontraktor pemenang lelang yakni PT Bahana Prima Nusantara, harga negosiasi senilai Rp64,4 miliar, dan alamat kantor di Jalan Nusa Indah Nomor 33, Ciracas, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur. Tim Advokasi PSI telah menelusuri alamat tersebut yang ternyata berlokasi di sebuah gang di kawasan permukiman,” kata dia. (AIJ)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here