Tak Ditahan Usai Diperiksa, RJ Lino Malah Pamerkan Prestasi

Mantan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino. Foto: Rudi Hasan/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Eks Direktur Utama Pelindo II RJ Lino tak ditahan usai diperiksa. Dia malah memamerkan prestasinya saat ditanyai wartawan.

“Saya cuma bilang satu hal ya. Saya waktu masuk Pelindo II asetnya Rp6,5 triliun. Waktu saya berhenti asetnya Rp45 triliun. 6,5 tahun,” kata Lino, Kamis, (23/1).

RJ Lino enggan membeberkan materi penyidikan sejak pukul 10.30 WIB itu. Dia hanya mengucapkan terima kasih pada KPK.

“Karena setelah nunggu 4 tahun akhirnya saya dipanggil juga ke sini. Saya harap proses ini bisa menjelaskan bagaimana stasus saya. Karena apa, saya terakhir ke sini Februari 2016, jadi ini 4 tahun,” kata dia

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menanggapi RJ Lino yang tidak ditahan. “Itu kebutuhan dari penyidikan. Jadi kita ikuti perkembangannya,” kata Fikri.

Meski demikian, dia meyakinkan perkara Lino tengah dikejar. Penyidik dalam tahapan merampungkan pelimpahan berkas Lino tahap pertama.

“Baru kemudian ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan tersangka dan barbuk atau biasa kita sebut dengan tahap II, baru limpahkan ke pengadilan Tipikor,” kata Fikri.

Lino diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II. Dalam pemeriksaan ini, KPK juga memanggil seorang saksi, yakni Paulus Kokok Parwoko selaku Direktur Utama PT Jayatech Putra Perkasa.

Paulus akan bersaksi untuk tersangka RJ Lino. Kasus ini ditangani KPK sejak 2015. Namun prosesnya berjalan ruwet, bahkan Lino terakhir kali diperiksa pada 5 Februari 2016.

Dalam kasus tersebut, Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut PT Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi. Perbuatan melawan hukum itu dilakukan dengan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery (HDHM) sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here