Dicecar 24 Pertanyaan, Hasto Beberkan Alasan PDIP Ajukan Harun Masiku ke KPU

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Rudi Hasan/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dicecar 24 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya soal sikap ngotot partainya mengajukan Harun Masiku menggantikan Nazaruddin Kiemas. Hasto menyebut Harun kader terbaik.

“Mengapa saudara Harun (Masiku) kami juga memberikan keterangan karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik, sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi dalam internernational economic law,” kata Hasto di KPK, Jumat (24/1).

Menurut dia, kapasitas ini jadi dasar penyodoran nama Harun. Dia mencontohkan pada 2009 saat partainya memilih kader terbaik menggantikan Ginting kala itu.

“Ketika almarhum Sutradara Ginting juga meninggal dan kami limpahkan suaranya kepada kader yang menurut partai terbaik Jadi kami memberikan keterangan terkait hal tersebut,” kata Hasto.

Sebelumnya, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyebut PDIP sejak awal ngotot memasukkan nama Harun Masiku dalam pergantian antarwaktu (PAW) anggota legislatif di DPR. Dalam sidang kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Wahyu menyebut usulan nama Harun bukan barang baru.

“Sudah ada sejak rapat pleno penetapan caleg terpilih (akhir Agustus 2019). Pada waktu itu, PDIP mengusulkan dua usulan. Pertama, pergantian calon terpilih di Dapil Kalimantan Barat yang kedua di Dapil Sumsel,” kata Wahyu saat menjalani sidang etik di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurut dia, nama Harun tidak bisa masuk ke parlemen untuk mengisi PAW. Pasalnya, pria yang kini menjadi buron KPK itu memang tak memenuhi syarat. Dia menyebut dalam rapat pleno terbuka, PDIP menyampaikan akan meminta fatwa kepada Mahkamah Agung (MA). (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here