Arteria Dahlan Minta Pemerintah Bebaskan 30 Ribu Napi di Indonesia

Arteria Dahlan
Politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan. Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, meminta pemerintah membebaskan 30 ribu warga binaan pemasyarakatan (WBP) di seluruh Indonesia, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Pembebasan itu harus melalui program asimilasi dan integrasi. Hal itu mewaspadai penyebaran covid-19 di dalam penjara.

“Asimilasi bukan berarti pembebasa dari sanksi hukum pidana penjara. Namun, secara terbatas diberikan bagi WBP atau naripadana yang rentan, seperti anak-anak, usia di atas 60 tahun, dan yang mengidap sakit kornis,” kata Arteria Dahlan di Jakarta, Jumat (3/4).

Dia mengatakan, narapidana pelaku tindak pidana ringan dengan hukuman di bawah lima tahun penjara dan yang sudah menjalani 2/3 sanksi pidana penjara juga akan mendapatkan pembebasam dengan mekanisme asimilasi itu. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan sebagai bukti negara telah melakukan kewajiban melindungi kesehatan dan keselamatan hidup yang layak bagi rakyatnya, teemasuk dalam mencegah penyebaran virus di dalam lapas.

Arteri Dahlan juga mendukung penguatan dan optimalisasi Balai Pertimbangan Pemasyarakatan (BAPAS) dan mendukung upaya penambahan jumlah petugas Bapas yang bertugas yang melakukan supervise terhadap WBP yang diasimilasi di rumah. Ini agar dapat menghasilkan program pembinaan dan bimbingan yang efektif dalam melaksanakan sistem pemasyarakatan.

Sementara, kata dia, narapidana yang tidak menapat program asimilasi di rumah akan mendapat perlakuan preventif dan protektif dari covid-19. Misalnya, memberi penguatan kesehatan dengan makanan dan suplemen. Bagi petugas lapass juga diberi alat pelindung diri (APD). Lapas harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendata keadaan kesehatan WBP. Kebersihan lapas juga harus terjaga.

“Lapas juga harus menyediakan wastafel, hands sanitizer, bilik disinfektan, dan blok isolasi mandiri,” ucap Arteria Dahlan. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here