Habib Bahar Dipindah ke Nusakambangan, Pengacara Laporkan Kemenkumham Ke DPR

Habib Bahar bin Ali bin Smith (tengah). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Ikhwan Tuan Kota menyesalkan pemindahan kliennya ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, dengan alasan banyak pendukung Habib Bahar yang membuat kekacauan dan kerusakan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus (Lapsus) Gunung Sindur. Padahal, kata Ikhwan, jika sejak pagi tim pengacara diterima, maka tidak akan banyak massa yang datang.

“Kejadian kemarin ramai kan dipicu oleh mereka (pihak Lapsus Gunung Sindur), kenapa kami tidak bisa ketemu, sampai 12 jam kita menunggu,” kata Ikhwan kepada Indonesiainside.id, Rabu (20/5).

Menindaklanjuti pemindahan tersebut, dia akan mengadukan hal ini kepada DPR RI Komisi Hukum. “Kami sedang bicara dengan tim untuk melaporkan kasus ini ke Komisi III, kita lawan, nggak ada urusan,” ujarnya.

Bahkan, dengan geram dia menyatakan tidak ada informasi sama sekali ke pihak pengacara terkait pemindahan tersebut. Padahal Habib Bahar mempunyai hak untuk didampingi pengacara selama proses hukum berjalan.

“Nggak ada, nggak ada (informasi), kita nggak tahu. Mereka main pindahin saja, bahkan ada informasi dari Dirjen HAM (Hak Asasi Manusia/Kemenkumham) tidak perlu ada pendampingan dan koordinasi dengan pengacara, ini jelas melanggar HAM,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Rika Aprianti, mengatakan, sejak penempatan Habib Bahar di Lapas Gunung Sindur, simpatisan pendukungnya berkumpul dan berkerumun. Selain itu, melakukan tindakan yang menggangu keamanan dan ketertiban Lapas.

“Simpatisan yang memaksa ingin mengunjungi Habib Bahar, berkerumun berteriak-teriak dan melakukan tindakan provokatif yang menyebabkan perusakan fasilitas negara berupa pagar lembaga pemasyarakatan,” kata Rika, Rabu (20/5).

Dia menilai, massa simpatisan dalam jumlah besar yang berkeruman sangat rentan terjadinya penyebaran Covid -19 dan telah melanggar protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. Dia menyatakan di Gunung Sindur terdapat dua Lembaga Pemasyarakatan yang dihuni oleh narapidana kasus teroris dan bandar narkoba, akan menjadikan kondisi yang tidak kondusif dan dapat mengganggu keamanan ketertiban apabila terjadi kerumunan massa yang ingin mengunjungi Narapidana Habib Bahar Bin smith yang baru ditempatkan di Lapas Klas IIa Gunung Sindur.

“Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Kelas I Batu Nusakambangan,” ujar Rika.

Hal tersebut dengan pertimbangan untuk kepentingan keamanan, ketertiban dan pembinaan bagi Habib Bahar, gangguan kemanan dan ketertiban yang ditimbulkan oleh aksi massa simpatisan dan mencegah pelanggaran protokol covid 19 yang ditimbulkan dari kerumunan massa simpatisan. Habib Bajar dipindahkan dari Lapas Khusus Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan pada Selasa (19/5) malam dengan pengawalan Kepolisian dan jajaran Pemasyarakatan.

“Pemindahan yang bersangkutan tidak ada maksud lainya, selain demi kepentingan pengamanan dan pembinaan untuk yang bersangkutan, yang merupakan konsekuensi dari pelanggaran terhadap asimilasi yang diberikan,” katanya. (SD)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here