DPR Dinilai Tak Punya Telinga, Bahas RUU Ciptaker saat Reses

Lucius Karus
Peneliti Formappi, Lucius Karus, dalam diskusi 'Kala OTT Digoreng-goreng: Adakah Orang Kuat di Baliknya?' di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (24/1). Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus, menilai anggota DPR periode 2019-2024 semakin aneh. Mereka seolah tak punya telinga dan tak mau mendengar aspirasi publik.

Para politisi di Senayan tetap memaksakan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) saat parlemen memasuki masa reses. Apakah ini trik mengelabui di tengah konsentrasi publik terhadap dampak pandemi Covid-19?

“Sejak MS (masa sidang) III lalu ditutup, masa reses DPR menjadi tak jelas lagi. Reses yang mestinya dimaksudkan untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan malah digunakan DPR untuk meneruskan kegiatan persidangan yang di antaranya melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja,” ucap Lucius kepada Indonesiainside.id, Sabtu (6/6).

Dia mengatakan, keputusan mengisi masa reses dengan rutinitas membahas RUU tentu saja aneh. Jika ngotot membahas RUU, kata dia, seharusnya DPR memperpanjang masa persidangan ketiga saja.

Lha paripurna penutupan masa sidang kan maksudnya mengakhiri kegiatan persidangan selama satu masa sidang untuk selanjutnya diteruskan dengan masa reses? Kalau sidangnya jalan terus artinya penutupan MS III ngga ada gunanya,” ucap dia.

Lucius mengendus DPR sengaja menutup masa sidang agar bisa mendapatkan kucuran dana reses walau anggota sesungguhnya tidak menjalankan reses. Ini karena mereka masih terus melakukan persidangan.

“Ini kan aneh. Betul bahwa ketika DPR ingin memulai masa reses, pandemi memang sedang terjadi yang membuat siapa pun dibatasi pergerakannya demi meminimalisir penyebaran virus corona. Tentu saja DPR ikut terganggu kegiatan kembali ke dapil karena bahkan sarana transportasi seperti pesawat pun tak beroperasi,” ucap dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here