Bandingkan Hukuman Penusuk Wiranto dan Penyerang Novel, Netizen: Lupa Bilang Enggak Sengaja

Saat terjadi penyerangan terhadap Wiranto. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta –  Penusuk eks Menko Polhukam Wiranto, Syahrail Alamsyah alias Abu Rara, dituntut hukuman 16 tahun penjara. Abu Rara menyerang Wiranto saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten pada 10 Oktober 2019 lalu. Sementara, terdakwa Fitria Andriana dituntut 12 tahun bui. Rekan Abu Rara, Samsudin dituntut 7 tahun kurungan.

Tuntutan yang dibacakan pada Kamis (11/6) itu ternyata menarik perhatian para pengguna media sosial atau netizen. Mereka membandingkan tuntutan penusuk Wiranto dengan 2 penyerang penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis yang hanya dibui 1 tahun.

“Pelakunya kayaknya lupa bila ga sengaja pas sidang,” tulis pengguna Twitter @Alfaris176. Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ringan penyerang Novel karena beralasan tidak sengaja dan sudah minta maaf. “Harusnya bilang aja enggak sengaja biar dihukum 1 tahun,” ucap @igor_dirgantara.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof.Hibnu Nugroho, menyatakan, reaksi masyarakat yang membandingkan dua kasus tersebut sah saja. Meski latar belakang kedua kasus itu berbeda. Kasus Novel adalah penganiyaan, dan kasus Wiranto adalah terorisme. Netizen hanya melihat kedua kasus itu sama-sama penyerangan.

“Sah-saha saja dan itu betul. Kita kan tidak tahu apa yang terjadi di sana, kadang peradilan kita ‘penuh pertanyaan’, yang harusnya lembaga penuntut umum mewakili negara harus memberikan tuntutan besar dalam kasus Novel, kenapa malah kecil. Maka tidak salah disebut jaksa rasa pengacara,” kata Hibnu kepada wartawan, Rabu (17/6).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here