Berharap Bisa Bebas, Mantan Menpora Kecewa Divonis Tujuh Tahun

Imam Nahrawi saat menjalani sidang. foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap bisa bebas dari semua tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terkait perkara suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp18,348 miliar. Majelis hakim malah menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara, hak politiknya dicabut, serta permohonannya menjadi justice collaborator ditolak.

Hakim juga mencantumkan hal yang memberatkan bagi Iman karena tidak mengakui telah melakukan tindak pidana korupsi. Sebelumnya, Imam dalam nota pembelaannya (pleidoi) mengajukan diri sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator) untuk membongkar aliran dana Rp11,5 miliar yang menurutnya tidak ia nikmati.

“Kami meminta agar yang mulia menindaklanjuti Rp11,5 miliar aliran, karena saya demi Allah demi Rassulullah tidak menerima Rp11,5 miliar itu. Beri kesempatan saya memperdalam dan saya harus beristighfar dan minta pertolongan Allah, kami maafkan JPU, penyelidik, penyidik, pimpinan KPK dan majelis yang mulia untuk jadi pelajaran,” ujar Imam.

Sebaliknya, majelis hakim menyatakan Imam terbukti menerima suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp18,348 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Dia pun divonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas putusan itu, Imam mengaku kecewa karena hakim tidak mempertimbangkan pleidoi yang diajukannya. “Terima kasih kepada majelis hakim, pertimbangan-pertimbangan tadi tidak memuat satu pun dari pleidoi kami, karena itu kami berdoa kepada Allah SWT semoga yang mulia terjaga reputasinya dan terjaga dari aib-aib yang ada. Terima kasih kepada JPU yang sudah menuntut dan seperti yang kami sampaikan tuntutan mirip-mirip dengan persidangan Ulum,” kata Imam, di Gedung KPK Jakarta, Senin (29/6).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here