Pengacara Sunda Empire: Perbedaan Versi Sejarah Itu Lumrah

Indonesiainside.id, Jakarta – Tim Pengacara para terdakwa kasus hoaks Sunda Empire menyatakan perbedaan versi sejarah merupakan hal yang lumrah terjadi dalam dunia keilmuan. Hal ini disampaikan kala sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa(30/6).

Misbahul Huda, salah satu penasihat hukum Sunda Empire menyatakan hal itu seharusnya tidak dijadikan sebagai tindakan pemidanaan, melainkan harus diselesaikan dengan pendekatan dialog dan musyawarah.

“Dalam kasus ini, pendekatan yang lebih jelas dan tepat justru bukan pendekatan represif atau pemidanaan, melainkan pendekatan dialog, musyawarah, dan debat akademis. Di situlah baik para pegiat Sunda Empire maupun tokoh atau akademisi bisa saling beragumentasi mengenai klaim sejarahnya masing-masing berdasarkan bukti-bukti yang ada,” kata Misbahul.

Lalu apabila para tokoh Sunda Empire tidak bisa membuktikan kebenarannya, maka menurutnya tidak harus ditindak melalui jalur pidana. Seharusnya, kata dia, mereka dibina dengan pemahaman sejarah yang telah terbukti kebenarannya.

“Dengan demikian, prinsip restoratif justice yang saat ini terus diupayakan dalam pembaharuan hukum pidana di Indonesia dapat terpenuhi,” ujar Huda.

Di sisi lain, menurutnya kasus yang berawal dari klaim sejarah ini masuk pada domain ilmu sejarah yang merupakan salah satu bagian dari ilmu sosial dan potensi ketidakpastiannya lebih besar dari pada ilmu hukum.

Lalu dari klaim sejarah itu, para terdakwa dituduh menyebarkan informasi bohong. Tuduhan itu, kata dia, didukung pula dengan hasil pemeriksaan terhadap ahli sejarah, akademisi, budayawan dan saksi-saksi lainnya yang memberikan keterangan yang berbeda dengan keterangan klaim Sunda Empire.

“Dalam kajian sejarah, cukup banyak peristiwa yang memiliki versi sejarah yang saling berbeda satu sama lain dan itu adalah hal yang lumrah,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat mendakwa tiga petinggi kekaisaran fiktif Sunda Empire telah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menerbitkan keonaran di tengah masyarakat.

Tiga petinggi itu yakni, Nasri Banks sebagai Perdana Menteri, Raden Ratnaningrum sebagai Kaisar, dan Ki Ageng Ranggasasana sebagai Sekretaris Jenderal. Selain membuat keonaran, Jaksa juga mendakwa mereka telah merusak keharmonisan masyarakat Sunda.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,” kata Jaksa Kejati Jawa Barat, Suharja di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/6).(EP/Ant)

Berita terkait

Ini Kabar Terbaru Sunda Empire

Indonesiainside.id, Bandung - Tim Pengacara para terdakwa kasus hoaks Sunda Empire menyampaikan bahwa klaim perbedaan versi sejarah merupakan hal yang lumrah terjadi dalam dunia...

Sunda Empire Klaim Punya 500 Juta Dolar AS, Polda Jabar: Itu Palsu

Indonesiainside.id, Bandung - Polda Jawa Barat memastikan bahwa kepemilikan sertifikat deposito di Bank DBS Swiss yang diklaim oleh petinggi Sunda Empire adalah dokumen palsu. Direktur...

Polisi Cek Pengakuan Sunda Empire 500 Juta Dolar di Bank Swiss

Indonesiainside.id, Bandung - Polda Jawa Barat melakukan konfirmasi ke Kedutaan Besar (Kedubes) Swiss untuk menyelidiki kebenaran petinggi Sunda Empire yang mengklaim memiliki deposito senilai...

Syarat Ikut Sunda Empire Wajib Membayar Rp5 Juta per Orang

Indonesiainside.id, Bandung – Sejak dua hari lalu, beredar formulir pendaftaran untuk mengikuti seluruh kegiatan Sunda Empire (Kekaisaran Sunda). Banyak hal yang aneh dalam formulir...

Sunda Empire Runtuh Sebelum Hentikan Perang Nuklir

Indonesiainside.id, Bandung - Runtuh sudah Kekaisaran Sunda Empire, yang mengaku bisa menghentikan perang nuklir. Polda Jawa Barat menetapkan tiga orang petinggi Sunda Empire sebagai...

Polisi Periksa Empat Saksi Ahli terkait Kerajaan Sunda Empire

Indonesiainside.id, Jakarta - Penyidik Polda Jawa Barat telah memeriksa lima orang saksi terkait Kerajaan Sunda Empire. Empat dari lima saksi tersebut merupakan saksi saat...

Ternyata Sunda Empire Sudah Merambah Aceh

Indonesiainside.id, Banda Aceh - Organisasi masyarakat (Ormas) Sunda Empire ternyata telah merambah ke bumi 'Serambi Mekkah', Aceh. Organisasi yang tengah kontroversi itu pernah menyelenggarakan...

Kerajaan Dalam Republik

Indonesia adalah negara kepulauan. Sebanyak 17.504 pulau ada di Nusantara, dengan 742 bahasa daerah. Indonesia adalah negara kedua terbanyak bahasa daerahnya, setelah Papua Nugini...

Berita terkini

Hari Ini 44 Tahun Lalu, Satelit yang Dinamai Palapa oleh Soeharto Pertama Kali Mengangkasa

Indonesiainside.id, Jakarta - Satelit Palapa pertama kali diluncurkan pada 9 Juli 1976, diberi nama Palapa A1, yang sekaligus diperingati sebagai Hari Satelit Palapa. Dikutip dari...
ads3 mekarsari

Cetak Dua Gol dan Satu Assist, Salah Bawa Liverpool Kalahkan Brighton 3-1

Indonesiainside.id, Liverpool - Mohamed Salah mencetak dua gol dan mengirim satu assist ketika membantu Liverpool membekuk tuan rumah Brighton & Hove Albion dengan skor...

PKK Menculik 4 Anak dalam Seminggu

Indonesiainside.id, Ankara--Organisasi teroris YPG / PKK menculik empat anak lagi, termasuk dua anak perempuan, pekan lalu untuk memaksa mereka masuk angkatan bersenjata. Organisasi teroris...

Menang Tipis 1-0, Barcelona Tempel Madrid dan Espanyol Terdegradasi

Indonesiainside.id, Barcelona - Blaugrana memenangkan Derbi Catalunya edisi kedua La Liga musim ini dengan skor tipis 1-0 atas Espanyol dalam jornada ke-35 tanpa penonton...

Berita utama

Hari Ini 44 Tahun Lalu, Satelit yang Dinamai Palapa oleh Soeharto Pertama Kali Mengangkasa

Indonesiainside.id, Jakarta - Satelit Palapa pertama kali diluncurkan pada 9 Juli 1976, diberi nama Palapa A1, yang sekaligus diperingati sebagai Hari Satelit Palapa. Dikutip dari...

Seorang Pengusaha Dilaporkan ke Polisi karena Meraba Tubuh Wanita di Dalam Lift

Indonesiainside.id, Dubai - Seorang pengusaha di Dubai harus berurusan dengan kepolisian setempat karena melakukan perbuatan tercela di tempat umum. Dia didakwa telah menggerayangi seorang...

Kerusuhan Pecah di Serbia Pasca Pemberlakuan Jam Malam

Indonesiainside.id, Beograd - Kerusuhan pecah setelah ratusan orang berunjuk rasa memprotes pemberlakuan kembali jam malam akhir pekan menyusul melonjaknya kasus baru Covid-19 di Beograd,...

Sekali Lagi, MPR Peringatkan Presiden: Ambil Langkah Tegas soal RUU HIP

Indonesiainside,id, Jakarta - Pimpinan MPR kembali memberikan peringatan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). MPR...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here