Djoko Tjandra Ditangkap, Boyamin: No Comment

Djoko Tjandra. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Djoko Tjandra buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, ditangkap kepolisian di Malaysia, Kamis (30/7). Saat ini dia sedang diterbangkan menuju Indonesia.

Menganggapi penangkapan Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman irit bicara. Dia mengatakan hal tersebut merupakan prestasi aparat sepenuhnya.

“Maaf aku sementara no comment dulu. Biarlah ini menjadi prestasi aparat kita sepenuhnya,” ujar Boyamin kepada Indonesiainside.id.

Seperti diketahui, Boyamin pernah meminta Presiden Joko Widodo melakukan lobi dan diplomasi tingkat tinggi dengan Pedana Menteri Malaysia Muhyidin Yassin untuk memulangkan Djoko Tjandra ke Indonesia, Ahad (19/7).

Dia beralasan mantan Jaksa Agung M. Prasetyo ( menjabat 2014-2019) telah berupaya memulangkan  jalur extradisi atas Djoko Tjandra namun masih gagal

Boyamin juga diketahui sangat vokal terhadap kasus yang menjerat Djoko Tjandra. Bahkan dia salah satu orang yang mengungkap surat sakti milik Djoko Tjandra yang kemudian menyeret salah satu jenderal di kepolisian.

Dalam surat jalan tersebut tertulis Joko Soegiarto Tjandra sebagai Konsultan dan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak dengan keberangkatan tanggal 19 Juni 2020 dan kembali tanggal 22 Juni 2020. Angkutan yang dipakai adalah Pesawat.
“Foto tersebut belum dapat dipastikan asli atau palsu, namun Kami dapat memastikan sumbernya adalah kredibel dan dapat dapat dipercaya serta Kami berani mempertanggungjawabkan alurnya,” kata Boyamin kepada Indonesiainside.id dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).
Belakangan terungkap yang memberikan surat jalan tersebut adalah Brigjen Prasetijo. Bahkan status tersangka telah resmi disandang mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri tersebut terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus perbantuan pelarian Djoko Tandra.
Selain surat jalan, jenderal berbintang satu itu diketahui terlibat dalam penerbitan surat kesehatan untuk Djoko Tjandra. Prasetijo ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memeriksa 20 orang saksi dan melakukan gelar perkara pada Senin (27/7). (Msh)
DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here