Mendagri: Tangkap Buronan di Luar Negeri Nggak Mudah, Meskipun Ada Perjanjian Ekstradisi

Mendagri Mendagri, Tito Karnavian/ Foto: M Sahrul Hardinata/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyampaikan, menangkap buronan kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra di luar negeri bukan perkara mudah. Sebab, mesti mengatasi birokrasi antar negara.

“Ini sesuatu yang sulit, meskipun ada perjanjian ekstradisi antar dua negara, misalnya antara Indonesia dan Malaysia,” kata Tito, Jumat (31/7).

Karenanya, dia mengapresiasi keberhasilan Tim Polri yang berhasil menangkap Djoko Tjandra. Menurut dia, keberhasilan jajaran Polri layak diapresiasi.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Polri, Pak Kapolri dan jajarannya yang mampu untuk menembus hambatan-hambatan birokrasi maupun hambatan-hambatan hukum antar negara, itu saya prestasi luar biasa,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyebutkan bahwa penangkapan Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmen Polri dalam membantu pemerintah menangkap sejumlah buronan kelas kakap. Dua pekan lalu Presiden Joko Widodo menginstruksikannya untuk mencari sekaligus menangkap Djoko Tjandra.

Dengan sigap dan cepat, perintah itu langsung dilaksanakan dengan membentuk tim kecil yakni Tim Khusus. “Perintah itu kemudian kami laksanakan. Kami bentuk tim kecil karena infonya yang bersangkutan berada di Malaysia,” ujar Idham.

Setelah tim terbentuk, pihaknya langsung mengirimkan surat kepada Kepolisian Malaysia. Surat tersebut berisi permintaan kerja sama antara police to police untuk menangkap Djoko Tjandra yang ketika itu terdeteksi berada di Kuala Lumpur, Malaysia. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here