Dewas KPK Tak Mau Gegabah Tangani Dugaan Pelanggaran Kode Etik Firli

Lima anggota Dewan Pengawas (Komisi Pemberantasan Korupsi). Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Jakarta – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menjawab kritik Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menyebut Dewas lamban menangani dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri. Dewas mengaku tidak ingin gegabah dalam menangani laporan dugaan kode etik yang dilakukan pimpinan KPK.

Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, mengatakan, ada proses yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum memutuskan seseorang melanggar kode etik. Dewas harus mengumpulkan bukti dan memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Penetapan seseorang melanggar kode etik harus diputuskan melalui persidangan.

“Dewas bekerja profesional. Kita tidak mau gegabah dan tergesa-gesa. Dewas tidak akan begitu saja menetapkan seseorang melanggar etik tanpa fakta, bukti, dan keterangan pendukung yang cukup,” ucap Syamsuddin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8).

Ketua KPK, Firli Bahuri, sebelumnya dilaporkan ke Dewas KPK terkait penggunaan helikopter mewah milik swasta dalam perjalanan ke Sumatera Selatan. Syamsuddin mengatakan, laporan tersebut masih dalam tahap telaah. Jika Dewas menemukan dugaan pelanggaran kode etik, maka laporan itu akan dibawa ke persidangan etik.

“Penetapan seseorang melanggar etik atau tidak harus melalui persidangan etik. Jadi bersabarlah. Jika ada pihak yang menilai Deas bekerja lamban dalam menangani laporan dugaan pelanggaran etik, ya silakan saja,” ucap Syamsuddin. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here