Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra: Polri Kedepankan Fakta Hukum

buronan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Mabes Polri meningkatkan status pemeriksaan terhadap bukti perkara tentang aliran uang, yaitu yang menerima dan memberikan hadiah sesuai red notice atas nama Djoko Sugiarto Tjandra menjadi penyidikan. Kenaikan status ini juga sesuai surat penyelidikan Direktorat Tipikor Mabes Polri.

“Kita mengklarifikasi atau memintai keterangan sekitar 15 orang. Kemudian, kedua, (kita) penyidik sudah koordinasi dengan PPATK (pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan) untuk mengetahui penelusuran aliran dana,” kata Kadiv Humas Polri, Argo Yuwono, Kamis (6/8).

“Setelah mendapat itu, kita melakukan gelar perkara yang juga diikuti Irwasum, Bidpropam, Birowasidik, Bareskrim, dan Penyidik. Setelah kita melakukan gelar perkara yang dilakukan Direktorat Tipikor, kasus ini dinaikan menjadi tahap penyidikan,” lanjutannya.

Argo menjelaskan, tahap penyidikan ini adalah serangkaian kegiatan penyidik untuk mencari pelakunya dan siapa yang melakukan. Adapun pidana hukum yang ditersangkakan, yaitu dugaan penerimaan hadiah oleh penyelenggara negara terhadap penghapusan red notice atas nama Djoko Tjandra yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Juli 2020, di mana dalam Pasal 1 ayat 2, Pasal 11, Pasal 12 UU 31 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20/2001 dan dikenakan Pasal 55 KUHP.

“Tentunya nanti penyidik Tipikor dari Bareskrim akan menindaklanjuti dari penyelidikan sebelumnya. Kita juga akan memeriksa semua pihak untuk diminta keterangan dari hasil penyelidikan dan kita selalu mengedepankan fakta hukum serta asas praduga tak bersalah,” jelas Argo.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here