Ini Peran Empat Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan peran empat orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (4/10).

“Betul, Minggu 4 Oktober 2020 Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah berhasil mengamankan empat orang terduga teroris jaringan JI di Bekasi,” ujar Awi dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/10).

Awi menjelaskan terduga teroris pertama berinisial MN alias Safiq alias Martin alias Kholid berusia 41 tahun dan ditangkap di kawasan Ciantra, Cikarang Selatan, Bekasi. MN berperan membantu menyembunyikan MTA alias Dul alias Tsabat. Dia juga terlibat mengikuti pelatihan kegiatan alam terbuka kelompok Adira angkatan pertama gelombang kedua tahun 2012.

Dia juga menyimpan barang bukti laptop dan handphone milik SH. Dalam penangkapan MN turut disita sebanyak 23 barang bukti. Terduga teroris kedua yakni MTA alias Dul alias Tsabat berusia 27 tahun, ditangkap di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur.

MTA terlibat sebagai peserta Sasana JI gelombang kedua. Selain itu, dia juga berangkat ke Suriah pada gelombang keenam. Turut disita 21 barang bukti dalam penangkapan tersebut.

Terduga teroris ketiga berinisial NMMK alias Alung alias Nur alias Salman berusia 38 tahun, ditangkap di kawasan Mustika Jaya, Bekasi. NMMK berperan membantu menyembunyikan MTA, tergabung dalam tim pelayanan bithonah, dan mengamankan lima pucuk senjata api gas laras panjang rakitan yang diserahkan kepada anggotanya di Jakarta dan Lampung.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here