TGPF Diberi Waktu Dua Minggu Selidiki Kekerasan di Intan Jaya Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah memberikan waktu dua minggu kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki kekerasan di Intan Jaya dalam rentang 16-20 September 2020 lalu.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, tim ini nantinya akan mencari fakta-fakta lain di luar prosedur hukum. Sebab penyelidikan oleh kepolisian terkait kekerasan yang menewaskan dua TNI dan dua anggota itu tetap berjalan sendiri dan terpisah dari TGPF bentukan kementeriannya.

Namun, jika ditemukan adanya fakta baru yang bernilai hukum maka akan diberikan kepada kepolisian. “(Fakta yang dicari oleh TGPF) nanti ada masalah geologis, agama, politis, dan sebagainya dan sebagainya,” kata Mahfud MD di kantornya, Senin (5/10).

Sebelumnya, Pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut rangkaian peristiwa kekerasan di Intan Jaya, Papua pada 17-19 September 2020 yang menewaskan seorang pendeta.

Menteri Mahfud MD mengatakan tim dibentuk melalui Keputusan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan No 83 Tahun 2020 bertanggal 1 Oktober 2020.

Mereka yang ditunjuk sebagai tim investigasi di lapangan berasal dari berbagai kalangan yakni tokoh masyarakat, Badan Intelijen Negara, Komisi Kepolisian Nasional dan Polri. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here