Kasus Penyerangan Polsek Ciracas, 74 Prajurit Jadi Tersangka

Kondisi mobil yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8). Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Polisi Militer TNI telah menetapkan 74 prajurit menjadi tersangka terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas pada akhir Agustus lalu.

Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (Wadanpuspom) TNI Marsma TNI Joko Tri Kartono mengatakan 74 tersangka itu terdiri dari 63 orang tersangka dari Angkatan Darat, 10 tersangka dari Angkatan Laut, dan satu tersangka dari Angkatan Udara.

“63 tersangka dari terperiksa 106 prajurit, sedangkan dari TNI AL tersangka berjumlah 10 dari 13 terperiksa kemudian TNI AU satu dari 25 terperiksa,” kata Joko Tri Kartono pada Rabu (7/10) di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Jakarta.

74 tersangka itu kata dia di antaranya berasal dari satuan yang bertugas di Markas Besar TNI sebanyak empat satuan, Markas Besar TNI Angkatan Darat sebanyak 48 satuan, delapan satuan dari TNI Angkatan Laut dan satu satuan dari TNI Angkatan Udara.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan hingga Oktober 2020, TNI mencatat ada sekitar 25 orang korban dan pengrusakan materil terhadap 109 unit dalam aksi penyerangan di Polsek Ciracas.

Total ganti rugi yang dibayarkan oleh TNI hingga kini mencapai lebih dari Rp828 juta kepada 120 korban.

Peristiwa penyerangan Polsek Ciracas terjadi pada akhir Agustus lalu.

Penyerangan itu menyebabkan sejumlah kendaraan dan bangunan polsek dirusak hingga dibakar.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here