Pekerja Migran Ilegal Disuruh Bayar Rp50 juta Agar Bisa Sampai Negara Tujuan

Indonesiainside.id, Jakarta – Para calon pekerja migran yang ditampung di penampungan ilegal di Cirebon, Jawa Barat, disuruh membayar Rp40 juta sampai Rp50 juta untuk bisa berangkat ke negara tujuan.

“Calon pekerja migran rata-rata diminta Rp40 juta sampai Rp50 juta,” kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani saat penggerebekan penampungan pekerja migran ilegal, Ahad(18/10).

Menurut dia, para pekerja migran yang berada di penampungan ilegal tersebut akan diberangkatkan ke dua negara, yaitu Polandia dan juga Taiwan.

Untuk bisa berangkat ke dua negara itu, kata Benny, calo atau sponsor ilegal meminta kepada para calon pekerja migran senilai Rp40 sampai 50 juta tergantung negara tujuan.

Di sana para calon pekerja migran, lanjut Benny, akan ditempatkan di perusahaan peternakan dan juga perusahaan elektronik.

“Padahal untuk biaya yang ditetapkan ketika bekerja ke Taiwan itu hanya Rp17 juta, tapi mereka malah ditarik lebih dari ketentuan,” ujarnya.

Pada saat penggunaan di tiga lokasi penampungan, BP2MI menemukan 25 calon pekerja migran dan mereka sudah berada di penampungan selama dua bulan dan bahkan ada yang satu tahun.

Sementara calon pekerja migran asal Lampung Tengah, Frendi Irawan, mengaku sudah menyetorkan uang Rp50 juta untuk keberangkatannya ke Taiwan, namun sudah lebih dari satu tahun dirinya hanya bisa menunggu tanpa ada kejelasan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here