Perkara Kasus Kayu Hitam Olahan Tanpa Izin Masuk ke Pengadilan

Kasus 158 batang kayu hitam olahan

Indonesiainside.id, Kendari – Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Sulawesi segera melimpahkan berkas perkara 158 batang kayu hitam olahan kepada Kejaksaan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk diproses lebih lanjut setelah dinyatakan lengkap oleh penegak hukum itu.

Humas Gakkum KLHK Pusat, Dimas Baskara, dalam pernyataannya, Rabu(21/10), menyebutkan, penyidik Balai Gakkum telah menetapkan LS alias HP (pemilik kayu) dan LY alias AG (oknum polisi kehutanan) sebagai tersangka dalam kasus ini.

Pada sisi sama, Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, menyatakan, “KLHK serius dan tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan lingkungan dan kehutanan. Penyelesaian berkas perkara ini bukti keseriusan KLHK.”katanya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada Pos Gakkum Kendari, Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, kalau ada kegiatan pemuatan kayu hitam/amarah (Dyospiros spp.) di Depo Kontainer PT SRIL Kendari di Jalan Brigadir Jenderal Madjied Joenoes, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menindaklanjuti laporan itu, pada 23 Juli 2020, Tim Operasi Pengamanan Hutan Pos Gakkum Kendari, menuju depo peti kemas PT SRIL Kendari dan berkoordinasi dengan manajemen PT SRIL Kendari, untuk menghentikan kegiatan pemuatan kayu hitam. Tim menghentikan pemuatan kayu hitam dari truk warna kuning dengan nomor registrasi T 9081 AN ke dalam kontainer berwarna biru (nomor TRLU3580152).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here