Sidang Kasus Suap Sekretaris MA, Saksi Cerita Pernah Pinjam Uang dari Marzuki Alie

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur PT Mitra Abadi Rahardja Hengky Soenyoto menyebut adiknya, Hiendra Soenyoto, pernah ingin menggunakan uang pinjaman dari mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali untuk mengurus sengketa hukum.

“Saya bacakan BAP nomor 52 Saudara menjelaskan ‘Awalnya antara Hiendra Soenyoto dan Marzuki Ali sangat dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra agar disampaikan kepada Marzuki Ali agar disampaikan ke Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara saat itu agar penahanan Hiendra ditangguhkan’,” kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/11).

Jaksa Wawan membacakan BAP milik abang Hiendra Soenyoto, Direktur Mitra Abadi Rahardja Hengky Soenyoto, yang menjadi saksi untuk mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyanto.

Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap sejumlah Rp45,726 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) 2014—2016 Hiendra Soenjoto dan gratifikasi senilai Rp37,287 miliar dari sejumlah pihak pada periode 2014—2017.

“Yang kedua saya disuruh Hiendra untuk menawarkan cessie atau surat pembayaran utang dari UOB sebesar Rp110 miliar dengan imbalan nanti Marzuki Ali masuk menggantikan Azhar Umar menjadi Komisaris PT MIT (Multicon Indrajaya Terminal). Akan tetapi, setelah disampaikan Marzuki Ali, tidak punya uang sebanyak itu,” kata jaksa Wawan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here