Siapa Bilang Orang Amerika Bahagia?

Berbagai jajak pendapat, survei, dan kuesioner telah memperjelas bahwa orang Amerika bukanlah orang-orang bahagia yang selama ini mereka yakini dan mereka percayai.

Warga Amerika Serikat (AS) pada umumnya dianggap sebagai orang sangat bahagia, baik di antara mereka sendiri maupun oleh orang asing, tetapi kisah tentang kebahagiaan di negara ini bukanlah sesuatu yang sangat indah.

Keraguan diri, ketidakamanan, dan ketidakpastian telah terjalin erat ke dalam narasi kebahagiaan, sumber utama frustrasi bagi mereka untuk mencari orang-orang yang lebih bahagia, demikian salah satu artikel yang ditulis ahli sejarah budaya AS, Lawrence R. Samuel, Ph.D., di laman psychologytoday, Senin (26/11/2018).

Dalam hubungannya dengan masyarakat yang berorientasi pada pencapaian dan uang yang sering menjadi sumber dari apa yang disebut Alain de Botton “kecemasan status”, keyakinan bahwa kita adalah orang pilihan dan contoh orang lain di seluruh dunia harus mengkuti, telah menetapkan ‘bar kebahagiaan’ yang terlalu tinggi bagi sebagian besar individu yang benar-benar menyadarinya.

“Mitologi-mitologi utama kami yang didasarkan pada keistimewaan dan superioritas telah menjadi alat dalam memimpin orang Amerika untuk berasumsi bahwa mereka berhak atau memiliki hak yang melekat pada kebahagiaan, dasar dari kejutan kasar ketika kehidupan tidak berubah seperti itu. Harapan kita untuk kebahagiaan telah jauh melebihi realisasinya, dengan kata lain, menunjukkan cara hidup kita yang berakar pada kapitalisme konsumer memiliki kelemahan besar dalam hal pemenuhan emosional,” ujar kolomnis di Psycology Today yang banyak menulis kehidupan psikologi warga AS ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here