Himpunan Masyarakat Singkil Promosikan Kebudayaan di Jakarta

Penari Dampeng. Foto: Twitter Disbudpar Aceh

Aceh Singkil mempunyai kebudayaan yang unik dan heterogen. Heterogenitas kebudayaan dipengaruhi oleh beberapa etnis yang menetap di wilayah Singkil

Indonesiainside.id, Jakarta — Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya beraneka ragam di masing-masing daerah. Salah satunya Aceh Singkil dan Subulussalam yang memiliki berbagai ragam budaya bernilai unik dan otentik.

Bertepatan dengan milad Himpunan Masyarakat Aceh Singkil-Subulussalam (HMSS) yang ke-40, para musisi dan seniman Aceh Singkil dan Kota Subulussalam diterbangkan ke Jakarta. Mereka diminta tampil untuk mempromosikan seni budaya.

“Kita sengaja mengundang para musisi Aceh Singkil dan Subulussalam ke Jakarta karena kita yakin bahwa kesenian dan musisi Aceh Singkil dan Subulussalam bisa bersaing dan diterima oleh masyarakat nasional,” ujar Ketua Harian HMSS Jabodetabek, M Hadi Nainggolan kepada Indonesiainside.id, Kamis (13/12).

Ada beberapa musik etnik yang ditampilkan seperti Destanada II, kolaborasi Nina Tri Suci bersama Nuri keroncong termasuk musisi senior Aceh Singkil yakni Ali Sagala dan Subulussalam yaitu Azwar Seketang.

Aceh Singkil mempunyai kebudayaan yang unik dan heterogen. Heterogenitas kebudayaan dipengaruhi oleh beberapa etnis yang menetap di wilayah Singkil. Menurut beberapa penelusuran, jejak budaya masyarat Singkil dapat dikelompokkan ke dalam beberapa etnis: Etnis Singkil, Etnis Aceh, Etnis Batak,Etnis Minangkabau, Etnis Nias, dan Etnis-etnis lainnya dalam jumlah kecil.

Salah satu seni tari yang populer yakni Tari Dempeng. Tarian ini merupakan salah satu tarian persembahan pada acara pernikahan. Dahulu tarian ini ditarikan oleh 2 orang. Pada perkembangannya tarian ini ditarikan hingga 8 orang. Jumlah penari haruslah genap karena beberapa gerak tari dilakukan secara berpasangan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here