Pesawat Nir Awak Rancangan BPPT Dapat Sertifikasi Laik Militer

Pesawat nir awak rancangan BPPT. Foto: Istimewa.

Drone PA-06D pernah melakukan uji coba misi pemetaan jalur kereta api cepat Cirebon Brebes (61km) dan daerah terdampak bencana di Lombok.

Indonesiainside.id, Jakarta — Pesawat Udara nir Awak (PUNA) tipe Alap-Alap PA-06D rancangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapat sertifikasi laik militer dengan jenis sertifikat Type Certificate (TC) oleh Puslaik Kementerian Pertahanan.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu Widodo Pandoe mengatakan, drone tipe alap-alap ini difungsikan untuk misi pemetaan. Drone ini memiliki jangkauan pemetaan hingga 1700 hektar per jam.

Sebelumnya, Drone Alap-Alap PA-06D pernah melakukan uji coba misi pemetaan jalur kereta api cepat Cirebon Brebes (61km) pada bulan Juli 2017, serta daerah terdampak bencana di Lombok pada Agustus 2018.

Wahyu mengungkapkan, proses sertifikasi memakan waktu 3 bulan sejak didaftarkan sampai dinyatakan lulus sertifikasi pada Desember 2018.

“PUNA Alap-Alap PA-06D diharapkan dapat diproduksi di dalam negeri dan dimanfaatkan oleh TNI,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (3/1).

Drone BPPT ini dapat memetakan area lebih dari 8.500 hektar, pada ketinggian 1.500 feet. Sebagai gambaran, luas wilayah DKI adalah 6.6150 hektar. Jadi untuk 1 jam dapat memetakan 1.700 hektar. Kalau dilakukan maksimum endurance, yaitu 5 jam, dapat memetakan 8.500 hektar.

“Untuk ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 feet, dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Untuk kecepatan saat penjelajahan : 55 – 65 knot dan untuk takeoff landing memerlukan landasan pacu sepanjang 150-200 meter,” paparnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here