Gubernur Anies Lepas 32 Relawan MER-C Ke Gaza

Gubernur DKI Anies Baswedan bersama para relawan MER-C sebelum bertolak ke Gaza di Balai Kota DKI Jumat (22/2). Foto: Ahmad Z.R/Indonesiainside.

Oleh: Ahmad Z.R |

Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan karya anak bangsa. Sebagai bukti dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Indonesiainside.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima langsung kunjungan pengurus Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) di ruang kerjanya di pendopo Balaikota DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (22/2).

Gubernur Anies mengatakan, keberangkatan ke Gaza merupakan keberangkatan dengan resiko cukup tinggi. Setiap hari Gaza terus mengalami peperangan.

“Bapak-bapak berangkat ke medan perjuangan yang tidak ringan dan tidak mudah. Keberangkatan kesana jangan dipandang sebagai beban. Semua pejuang yang berangkat ini mewakili 260 juta warga negara Indonesia untuk berada di garis terdepan dalam membela bangsa Palestina,” ujar Anies.

Ia menyebutkan, keberangkatan tersebut merupakan representasi dari sikap politik Indonesia yang tidak pernah berubah sejak dahulu. Hal itu selaras dengan pernyataan Soekarno dimana selama bangsa Palestina belum merdeka, maka Indonesia selalu berada di garis terdepan dalam menghapus penjajahan yang ada di muka bumi.

“Saya sampaikan apresiasi atas pembangunan yang kedua ini. Kehadiran Indonesia menjadi sangat penting bangsa Palestina. Kenapa, karena secara jarak, kita memiliki hitungan kilometer yang jauh. Kita tempat paling ujung timur, tapi kita merupakan pemrakarsa berdirinya rumah sakit ini,” tuturnya.

Anies menitipkan amanah terbaik kepada anggota MER-C untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Ia berharap MER-C dapat terus melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Sakit di Gaza.

Pada kesempatan sama, Presidium MER-C Faried Thalib mengatakan, pihaknya kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina untuk merampungkan pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata.

“Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini,” kata Faried kepada Anies.

Faried menyebutkan, keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat (22/2) malam ini, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu (23/2) pukul 11.00 wib.

“Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat,” ujar Faried.

Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia ini juga menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza.

RS Indonesia di Gaza merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara.

Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat.

Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan.

Dalam keberangkatan ke Mesir, ada 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. (Kbb)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here