Video Ibu Dorong Anak dari Mobil, Publik Gagap Bersikap

Tangkapan gambar video ibu mendorong anak dari mobil. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta — Sebuah video merekam tindakan seorang ibu mendorong-dorong anaknya di pintu mobil. Sang anak yang mengenakan baju merah berjilbab putih itu didorong keluar dari mobil yang tengah berhenti di bahu jalan.

Video tersebut direkam oleh salah seorang warga dan membagikannya di media sosial dan menjadi viral. Salah satu akun yang turut membagikannya adalah Maknews, akun instagram banyolan bertema pemberitaan.

“Orang tua adalah faktor utama yang membentuk pribadi dan prilaku anak. Jika anak melakukan kesalahan atau nakal, peran orang tua perlu dipertanyakan,” tulis akun itu dikutip Jumat (29/3).

Tidak hanya didorong, tas sang bocah pun turut dilempar keluar. Pertengkaran keduanya membuat jilbab sang anak hampir terlepas. Sang anak pun sempat terjatuh ketika dihalau ibunya untuk masuk ke dalam mobil.

” Kok sedih liatnya… trus kelanjutan kisah nya apa min?? Apa ibu nya mencari dia Ig, apa dia kabur ga tau kmn gitu, apa ada laporan ke polisi anak hilang atau gimana min… woy min.. jawab dong,” komentar warganet dengan akun its_nonk.

“Sy sngat sedih mlihat anak di video ini, tp sng geram sm yg merekam video ini jika hnya mrekam dan tdk mngambil tindakan! Smoga wanita yg mlakukn kekersan sgera mndapt hidayah. Aamiin yaa rabbal alamin,” timpal warganet lain, oslyreza.

Informasi yang dihimpun Indonesiainside.id, perisitiwa tersebut terjadi di wilayah Malang, Jawa Timur. Duduk perkaranya, sang ibu berinisial KW (40) sedang mengantar anaknya ke tempat les, tapi anaknya menolak ikut les karena tak dibekali pakaian ganti.

Perkembangan terakhir, kasus ini sudah ditutup oleh Polres Kota Malang. KW mengaku khilaf dan menyadari apa yang dia perbuat adalah sikap berlebihan dalam memperlakukan anak.

Pada sisi lain, Tim Cyber Troop Polres Malang Kota juga bergerak menelisik akun pengunggah video tersebut. Identifikasi dilakukan mulai dari mengungkap IP (internet protocol) address yang digunakan pemilik akun pengunggah ketika posting video itu.

 

Psikolog: Publik Sudah Sadar Perlindungan Anak, Tapi Tak Tahu Harus Bagaimana

Psikolog Reza Indragiri Amriel merespons pernyataan warganet yang merasa prihatin atas peristiwa tersebut, mengajukan empat poin menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Apanya yang memprihatinkan?

1) Ibu yang murka
2) Anak yang tidak mau ikut les karena tidak dibawakan baju ganti
3) Warga memvideokan namun tidak menolong
4) Polisi yang justru mempersoalkan pengunggah video di medsos

Menitikberatkan pada poin keempat , Reza menyatakan, video semacam itu bisa dipandang sebagai bentuk public watch. Artinya, hingga derajat tertentu di masyarakat sudah ada kesadaran akan isu perlindungan anak.

“Namun anggota masyarakat tersebut belum cukup mampu untuk menindaklanjuti kejadian pelanggaran UU Perlindungan Anak ke titik yang lebih konstruktif dari sisi hukum,” katanya kepada Indonesiainside.id, Jumat (29/3).

Dia menilai, boleh jadi publik masih memiliki rasa canggung jika harus berhadapan langsung dengan kepolisian. Tapi, terlepas dari perasaan canggung tersebut, viralnya video dinilai telah berhasil mengaktivasi mekanisme sanksi sosial.

“Di tataran publik, video tersebut juga mampu memantik solidaritas sekaligus empati akan situasi yang dialami ibu-anak dimaksud,” imbuh Reza.

Berkembangnya perbincangan tentang pentingnya mengelola emosi hingga pola pengasuhan anak yang baik adalah manifestasi kesediaan publik untuk ikut memikirkan masalah yang sejatinya juga dihadapi orang banyak.

“Jadi, sekali lagi, haruskah penyebar video diposisikan sebagai terduga pelaku pelanggaran UU ITE? Bukan sebagai bentuk public watch dalam isu perlindungan anak?” (Kbb)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here