Dua Ekor Beruang Madu Terperangkap di Aceh Barat Daya

Warga mengamankan Beruang madu (Helarctos malayanus) terkena jerat babi di perkebunan sawit Desa Lubuk, Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya, Aceh. (Foto: Dok. Warga)

Oleh: Eko Densa |

Indonesiainside.id, Aceh Dua ekor beruang madu atau dikenal dengan nama latinnya Helarctos malayanus terjerat perangkap babi. Keduanya ditemukan dalam kondisi terjerat oleh seorang warga Desa Ladang Neubhok, Bashir, saat sedang dalam perjalanan pulang dari perkebunan sawit di Desa Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (11/6).

“Saat kami tiba ke lokasi dan melihat dua ekor beruang madu sudah terkena jerat atau perangkap. Kondisinya masih hidup, warga tidak berani mendekat karena ditakutkan mengamuk,” kata Bashir, Selasa (11/6).

Warga menduga, hewan dilindungi itu terkena jerat yang dipasang oleh warga Nias yang sedang memburu babi.

“Temuan hewan ini baru pertama kali ditemukan oleh warga. Kami menduga jerat ini milik warga Nias yang sedang berburu babi. Warga sekitar juga sudah sempat menegur aktivitas mereka, namun tidak dihiraukan,” katanya.

Bashir mengaku, masyarakat telah berulang kali menegur aktivitas warga Nias tersebut yang diketahui sedang berburu babi di kawasan desa mereka. Menurut Bashir, hewan ini bakalan diangkut apabila tidak diketahui oleh warga.

“Kami memprediksikan beruang ini bakalan diambil juga namun lebih dulu diketahui oleh warga. Karena kami tahu ini hewan dilindungi makanya warga langsung ke lokasi untuk mengamankan,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut warga telah melaporkan ke pihak terkait untuk dapat segera dievakuasi. Sementara untuk warga Nias tersebut diketahui saat ini sudah meninggalkan desa mereka.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKH) wilayah Blangpidie, Abdya, Syukramizar, mengatakan pihaknya telah berupaya untuk melepaskan kedua beruang madu itu, namun pihaknya tidak berani melepaskannya.

“Satu ekor kondisinya sudah lemas, yang satu ekor lagi masih beringas. Kami takut mendekatinya, jadi kami minta pihak berwenang agar segera turun tangan melepaskan kedua beruang itu. Apalagi kakinya sudah terlihat luka,” ujarnya. (Eko/Ima/INI-Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here