Dehumanisasi akan Menjadi Tantangan Global

World Conference of Ministers Responsible for Youth dan Youth Forum 2019. Foto: Istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Deputi Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Niam Sholeh. mewakili Indonesia untuk menjadi delegasi Pertemuan Menteri Pemuda se-Dunia yang dilaksanakan di Lisbon, Portugal, 21 – 24 Juni 2019. Acara World Conference of Ministers Responsible for Youth dan Youth Forum 2019 ini dibuka secara resmi oleh Presiden Portugal, Marcelo Robelo de Sousa, di Gedung Altice Arena, Lisboa, Portugal.

Pada sambutannya, Marcelo Rebelo de Sousa menyampaikan perlunya youth policy dibuat secara komprehensif dengan melihat perubahan yang telah terjadi pada dunia, khususnya seiring perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Ia mengingatkan, 21 tahun lalu pada 1998 disepakati Deklarasi Lisboa yang berisi resolusi kepemudaan dunia. “Saat ini setelah 21 tahun berlangsung lagi conference in dengan membahas isu-isu dunia terutama SDG’s dengan meningkatkan keterlibatan pemuda,” kata Rebelo.

Sementara Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pertemuan ini sangat strategis dalam rangka membangun harmoni dan kesepahaman di kalangan pengambil kebijakan di bidang kepemudaan. Menurut dia, salah satu tantangan global adalah tentang dehumanisasi karena kesalahan dalam merespons peekembangan teknologi.

“Bisa juga karena faktor superioritas antarsatu kelompok atas kelompok lain yang melahirkan dominasi, intoleransi, radikalisme, dan kekerasan,” kata Niam. Ia menambahkan, ertemuan ini penting untuk membangun kesepahaman dan komitmen pembangunan peradaban kaum muda yang terbuka toleran, dan menghargai kemanusiaan. Konferensi ini dihadiri oleh 103 negara, 31 Menteri yanng membidangi kepemudaan.

Hadir memberikan sambutan, Presiden Majelis Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa Garces, Duta Sekjen PBB untuk Urusan Kepemudaan, Jayathma Wicramanayake, dan Menteri Pendidikan Portugal, Tiago Brando Rodrigues. Di antara isu yang dibahas dalam pertemuan ini adalah komitmen partisipasi kepemudaan dalam pembangunan global saat ini dan transisi skill pemuda dan pekerjaan (Youth transition skill and decent work).

Selain itu, juga dibahas inovasi dan transformasi digital dan pemanfaatannya untuk peradaban, isu populasi dan pembangunan, komitmen untuk menyusun youth policy dan programme, dan human and youth right. Termasuk, governance and participation, sustainable development, dan Deklarasi Lisboa+21.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Pemuda bertemu dengan Dubes RI di Portugal, Ibnu Wahyutomo. Dalam pertemuan tersebut disepakati upaya tindak lanjut MoU antara RI dengan Portugal. Khususnya terkait dengan kerja sama saling menguntungkan dalam pengembangan Kepemudaan. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here