Arkeolog dan Sejarawan Diminta Menggiatkan Penelitian Sejarah Indonesia

Megawati. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku usai kunjungan ke sejumlah negara dan berdialog dengan para pimpinan negara, dirinya semakin ingin mengetahui perjalanan bangsa Indonesia sejak masih berbentuk kerajaan di Nusantara.

Hal ini disampaikan Megawati saat membuka dan memberikan sambutan di Focus Group Discussion (FGD) PDIP dengan tema “Kajian Nusantara dan Jalur Rempah” di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro No. 58, Senin (2/12). Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP seperti: Djarot Saiful Hidajat, Rokhmin Dahuri, Nusyirwan Soedjono, Eriko Sotarduga dan Mindo Sianipar. Hadir juga beberapa anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP.

Sejumlah arkeolog dan sejarawan yang hadir menjadi peserta FGD antara lain Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan, yang merupakan Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Nasional bersama jajarannya, Asvi Warman Adam (Profesor Riset bidang Sejarah Politik LIPI), Bondan Kanumayoso (Lektor Universitas Indonesia), Daniel Dhakidae (Peneliti senior Prisma) dan Bonnie Triyana (Sejarawan).

Terinspirasi kemampuan negara lain mendokumentasikan sejarahnya, Megawati meminta para arkeolog dan sejarawan untuk tertantang meneliti perkembangan sejarah bangsa Indonesia.

“Saya sewaktu menjabat Presiden RI meminta kepada Pemerintah Belanda agar benda-benda bersejarah dikembalikan ke Indonesia,” papar Megawati.

“Saya punya mimpi kita bisa menjaga flora dan fauna yang tidak ada di dunia barat. Kita harus mendata potensi kekayaan hayati dan budaya di seluruh Nusantara,” tambah Megawati.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here