Lantaran Banyak Dikritik, Mensesneg Jelaskan Cara Kerja Stafsus Milenial

mensesneg pratikno
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menjelaskan cara kerja tujuh (7) orang staf khusus (stafsus) milenial presiden. Selama ini memang banyak kalangan yang mempertanyakan dan mengritik kerja stafsus tersebut karena gajinya mencapai Rp51 juta per bulan dan dalam sepekan hanya satu atau dua kali masuk kerja.

“Saya pernah ikut sekali rapat dengan mereka. Mereka fun, ramai tapi sangat substantif, misalnya, cerita soal UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), cerita banyak tren pasar, big data,” kata Pratikno di sela-sela acara diskusi Presiden Joko Widodo dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/12).

Presiden Jokowi mengangkat 7 orang stafsus milenial pada 21 November 2019. Mereka adalah Andi Taufan Garuda Putra (32) tahun memang adalah CEO Amartha MicroFintech; Putri Indahsari Tanjung (23) selaku CEO Creativepreneur dan Chief Bussiness Officer Kreafi yang bergerak di bidang “event organizer”; Adamas Belva Syah Devara (29) adalah CEO Ruangguru, satu perusahaan rintisan yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan.

Selanjutnya Ayu Kartika Dewi (36) merupakan pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke, suatu program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat toleransi; Gracia Billy Mambrasar (31) selaku CEO Kitong Bisa suatu lembaga pendidikan yang memberdayakan pemuda di Papua; Angkie Yudistia (32) pendiri Thisable Enterprise, lembaga yang bertujuan memeberdayakan para disabilitas di dunia kerja sedangkan Aminuddin Maruf (33) mantan santri yang pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

“‘Tek-tok’ diskusinya enak dan mereka gaul banget,” ungkap Pratikno. Dia juga mengatakan ketujuh orang tersebut ikut memberikan masukan untuk pidato-pidato presiden.

“Sambutan-sambutan presiden, mereka beri masukan biar agak segar. Mereka kan selalu rapat untuk inovasi-inovasi, misalnya, kartu prakerja, setahu saya ya, terus inovasi UMKM juga, memberikan rekomendasi,” tutur Pratikno.

Pratikno juga menegaskan, bahwa para stafsus tersebut tidak punya kewenangan untuk mengambil keputusan maupun eksekusi. “Eksekusi tetap di birokrasi,” ucapnya.

Masukan-masukan dari stafsus milenial itu diberikan kepada Presiden secara periodik. “Ada pertemuan periodik. Ini kan baru seminggu. Mereka sudah rapat sebagai tim. Hari ini juga rapat internal bertujuh bersama stafsus lainnya,” ujar Pratikno.

Selain rapat rutin, stafsus tersebut juga berkomunikasi dengan presiden melalui saluran lainnya. “Mereka rapat rutin jelas. Kemudian komunikasi lewat media dan kemudian mereka mendiskusikan beberapa isu. Pak presiden memberikan perintah inovasi kartu prakerja. Ini terkait target grupnya anak-anak muda, mereka yang perlu training, pencari kerja, UMKM juga ke situ karena kaitannya wirausaha yang marak di kalangan anak-anak muda,” kata mensesneg.

Selain itu, ada juga kegiatan lain yang biasa dilakukan oleh anak muda. Staf khusus juga memberikan masukan soal olahraga dan musik namun tetap memasukkan nilai-nilai yang lebih fundamental kebangsaan. (AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here