Heboh Virus Corona, ICRP Mengingatkan Soal Intoleransi ke Menko Polhukam

Sekretaris Jenderal ICRP Romo Johannes Haryanto. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) hari ini menemui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membahas beberapa kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. Hiruk pikuk pemberitaan virus corona agar tidak melupakan masih adanya kasus intoleransi di tanah air.

“Kita berusaha menyegarkan kembali kesadaran kita sebagai bangsa dengan meninjau sejumlah kasus terakhir yang ada,” kata Sekretaris Jenderal ICRP Romo Johannes Haryanto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat(13/3).

Romo Haryanto, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kebebasan beragama dan toleransi merupakan isu nasional, sementara bangsa Indonesia sekarang ini menghadapi maraknya ujaran antitoleransi.

Ia menegaskan ICRP tetap memberikan perhatian lebih terhadap upaya peningkatan toleransi dan mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkannya.

“ICRP mempunyai jaringan nasional di seluruh daerah di Indonesia sehingga usaha formal harus tetap dikerjakan, tetapi kita siap membantu,” kata Haryanto.

Menurut dia, Mahfud menekankan bahwa persoalannya bukan terletak pada jumlah pemeluk, baik mayoritas maupun minoritas, dan ajaran agamanya.

“Tetapi, setiap orang beragama berhak dan negara harus melindungi hak itu untuk melaksanakan ibadah,” ucapnya menegaskan.

Namun, diakui dia, masih saja ada segelintir orang yang memiliki pola pikir soal mayoritas dan minoritas.

“Karena anda kecil, anda harus begini begitu. Mindset seperti itu masih ada, contohnya izin mendirikan bangunan (IMB),” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here