Toko-Toko Seni di Kuta Mengeluh Sepi Pembeli

Suasana kawasan wisata Kuta nampak lebih lenggang, Sabtu (14/3). Foto: Hari Santosa/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Badung – Merebaknya wabah virus corona atau covid-19 memukul dunia pariwisata di Indonesia, tak terkecuali di Bali. Kunjungan wisatawan terus menurun seiring dengan merebaknya covid-19 di sejumlah negara.

Seperti yang nampak di tempat wisata paling ikonik di Bali yakni Pantai Kuta. Arts Shop di Jalan Kartika Plaza, Kecamatan Kuta, Kabupaten, Bali, misalnya. Saat sebelum wabah ini belum merebak, kawasan ini selalu ramai dikunjungi oleh turis asin dan domestik. Namun, pantauan di lokasi pada Jumat (13/3) sore, lokasi tersebut nampak lebih lenggang dari biasanya. Kawasan ini merupakan tempat pernak-pernik kerajinan khas Bali, restoran, dan kafe-kafe.

Ismail (34), pemilik Art Shop di Jalan Raya Kartika Plaza mengakui bahwa akhir-akhir ini turis yang lalu lalang lebih sepi. Biasanya tempat tersebut sudah ramai dikunjungi wisatawan sejak pagi. “Turis sudah sangat sepi semenjak adanya isu virus corona. Sudah dua bulan ini sepi, apalagi bulan Maret sepi hanya beberapa turis yang beli di sini,” kata Ismail kepada Indonesiainside.id, Jumat kemarin.

Turis yang lalu lalang menurutnya sebagian besar berasal dari Australia dan India. Sementara turis Cina sudah tak nampak karena memang penerbangan dari negara tersebut ditutup per 5 Februari 2020.

Kondisi tak jauh berbeda nampak di Pasar Seni Kuta. Salah satu pusat oleh-oleh di Bali ini tak lagi seperti biasanya. Tidak ramai sejak isu virus corona.”Sebenarnya kalau sepinnya tamu sudah lama. Apalagi adanya corona tambah sepi,” kata H. Ahmad Arel (70), seornaf pedagang di Pasar Seni Kuta.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here