PKS: Kebutuhan Disinfektan Melonjak Tajam akibat Mispersepsi

Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman diapit Ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih dan Ketua Bidang Humas Hadi Santoso (kiri). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Keyakinan masyarakat bahwa disinfektan mampu membunuh virus dan kuman yang menempel di tangan membuat barang ini banyak yang mencari dan berminat sehingga permintaan melonjak tajam. Apalagi virus covid-19 atau corona dipercaya dapat mati jika tangan dibersihkan dengan disinfektan.

Namun, teori pasar tetap berlaku. Jika permintaan banyak, maka harga akan naik drastis. Hal ini diutarakan Presiden PKSĀ  Foto: AN melalui akun resminya.”Saat ini kebutuhan disinfektan melonjak tajam, jadi langka dan mahal. Salah satunya disebabkan mispersepsi seolah semua harus pakai disinfektan,” kata Sohibul, Sabtu (21/3).

Padahal, jelas dia, untuk di rumah-rumah lebih efektif menggunakan sabun dan air mengalir. Disinfektan lebih tepat digunakan di tempat-tempat publik dan tingkat keramaian cukup tinggi. “Disinfektan cocok di tempat-tempat yang tidak tersedia air mengalir,” ujarnya.

Kelangkaan alat seperti disinfektan ini juga dituliskan oleh pengamat media sosial, Ismail Fahmi. Menurut dia petugas yang berada di garda terdepan di rumah sakit sangat memerlukan sejumlah barang seperti alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, disinfektan, sarung tangan, dan multivitamin. “Uang ada, tapi barang langka sekali. Mari bantu mereka,” tweet-nya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dan berpartisipasi melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19. Di antaranya menjaga jarak, menghindari kerumunan, beraktivitas di rumah, dan mencuci tangan dengan sabun. “Peran serta anda dapat membantu menyelamatkan kita semua. Salam tangguh, salam kemanusiaan,” ucap Doni di video singkatnya, Sabtu. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here