Pembelajaran Daring Bukan Hal Baru, UT Sudah Lama Banget Menggelarnya

Indonesiainside.id, Jakarta – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh dunia pendidikan saat ini telah banyak diadopsi oleh perguruan tinggi. Menurut Pelaksanaan tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, PJJ sudah dijalani sejak lama bahkan Universitas Terbuka (UT) sudah menerapkannya sejak puluhan tahun.

“Dan sebenarnya bukan hal baru, tetapi pada kenyataannya masih banyak diantaranya perguruan tinggi kita yang belum memanfaatkan pembelajaran daring ataupun blended learning, namun kini banyak yang mulai menerapkan,” ujarnya.

Nizam menjelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh sudah sangat lama diluncurkan. Kemendikbud sudah bekerja sama dengan beberapa penyedia layanan internet baik di dalam maupun di luar negeri, seperti kegiatan GDLN dan INHERENT.

“Dikti saat masih tergabung dalam Kemenristekdikti juga sudah merilis Indonesia Cyber Education (ICE) sebagai platform untuk MOOC Indonesia, selain itu disiapkan pula penggunaan blockchain yang dapat diakses oleh seluruh perguruan tinggi, dan bekerja sama dengan Google untuk model pembelajaran berbasis daring,” katanya.

Saat ini, lanjut Nizam, hampir seluruh perguruan tinggi sudah melakukan PJJ atau pembelajaran daring sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Dari survei yang sudah dilakukan, bahwa 95 persen perguruan tinggi sudah melakukan pembelajaran dari rumah, pada 9 maret 2020 mulainya pandemi ini masuk ke Indonesia, Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran Menteri yang meminta sekolah-sekolah dan kampus-kampus untuk melakukan pembelajaran dari rumah, terutama di daerah-daerah yang sudah ditemukan kasus positif Covid-19.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here