Domain Aksara Jawa Didaftarkan ke Lembaga Internasional

aksara jawa
Aksara atau huruf Jawa. Foto: desa-kepek-wonosari.

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) siap mendaftarkan nama domain beraksara Jawa (Hanacaraka) ke lembaga internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Pandi sudah mendapatkan restu dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta dukungan dari berbagai komunitas di Indonesia untuk mendaftarkan nama domain aksara Jawa tersebut.

Selain Kominfo, dukungan juga datang dari berbagai kementerian, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara komunitas yang sudah menyatakan dukungannya di antaranya Aksara Jawa Sega Jabung, Panjebar Semangat, Tembi Rumah Budaya dan Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu. Ada pula dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) dan yang masih ditunggu dukungannya dari pemerintah provinsi: Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan, karena hal ini memang diperlukan sebagai syarat. Surat dukungan ini menyatakan bahwa benar aksara Jawa (Hanacaraka) adalah bagian dari bahasa daerah di Indonesia dan masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini,” ujar Ketua Pandi, Yudho Giri Sucahyo, dalam keterangan persnya, Rabu (20/5).

Yudho menambahkan bahwa surat dukungan yang diperoleh nantinya akan memudahkan proses pendaftaran domain aksara Jawa tersebut ke ICANN. Pendaftaran nama domain aksara Jawa ke komunitas internasional ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya bahasa asli Indonesia dan menjadikannya Internazionalize Domain Name (IDN) pertama di negara ini.

Dengan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, maka aksara lain juga akan diperjuangkan untuk dibuatkan IDN-nya. “Akan menyusul setelah Hanacaraka selesai adalah aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makasar, dan Rejang. Paling tidak karena aksara-aksara tersebut sudah terdaftar dalam standar Unicode,” jelas Yudho.

Chief Registry Operator (CRO) Pandi,Mohamad Shidiq Purnama, menjelaskan bahwa pada pertengahan Juni 2020 Pandi akan submit form program Fast Track ICANN untuk IDN. “Selanjutnya kita tinggal menunggu hasil sekitar delapan pekan (sekitar awal September) dari ICANN, semoga prosesnya cepat. Dari sisi teknis, Pandi sudah siapkan sistem dan aplikasi dengan menggunakan infrastruktur yang dimiliki oleh Pandi saat ini,” tambah Shidiq.

Shidiq berharap proses pendaftaran lancar dan Nama Domain Hanacaraka bisa segera diluncurkan bersamaan dengan Kongres Aksara Jawa Oktober 2020. Sebagai informasi, ekstensi Nama Domain Hanacaraka yang akan diluncurkan adalah kata yang memilik pengertian sama dengan .ina (.ꦇꦤ) yang nantinya akan diikuti oleh Nama Domain aksara lainnya.

Dalam upaya meningkatkan literasi digital di Indonesia, beberapa waktu lalu Pandi menyelenggarakan kompetisi membuat situsweb berkonten aksara Jawa. Hal ini disambut dengan antusiasme tinggi masyarakat.

Menurut Arif Budiarto, selaku panitia, sudah banyak orang yang terdata mengikuti kompetisi ini. “Kami mencatat sudah ada sekitar 120 peserta yang mendaftar,” ujarnya.

Mereka sedang membuat konten-konten yang menarik dengan bahasa aksara Jawa. Nantinya akan dinilai dan diundang dalam Kongres Hanacaraka Oktober 2020, menurut pria dari Komunitas Sega Jabung tersebut. (Ant/AS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here