70 Persen Habitat Harimau di Sumatera di Luar Kawasan Konservasi

Harimau Sumatra. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Lebih dari 70 persen habitat harimau di Sumatera berada di luar kawasan konservasi. Kondisi tersebut menjadi tanntangan tersendiri terkait pelestarian hewan buas bercorak eksotis tersebut.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan, pelestarian harimau sumatera memiliki tantangan berat karena hewan tersebut tidak hanya tinggal di kawasan konservasi. Melainkan, kata dia, juga berkeliaran di luar kawasan konservasi, salah satunya tersebar di dalam konsesi hutan tanaman industri (HTI).

“Distribusi dan areal jelajah harimau sumatera tumpang tindih dengan konsesi kehutanan,” kata Wiratno dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (3/8).

Untuk itu, sektor swasta terutama di bidang kehutanan perlu dilibatkan dalam upaya konservasi agar dapat memberi peluang bagi harimau sumatera bertahan hidup jangka panjang dan terhindar dari kepunahan. Menurutnya, perlu kombinasi antara konservasi insitu atau usaha pelestarian alam yang dilakukan dalam habitat aslinya dengan konservasi eksitu atau pelestarian alam yang dilakukan di luar habitat aslinya.

“Upaya insitu dan eksitu untuk mengetahui cara membangun, merehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, problem terbesar kerusakan lingkungan dan kematian harimau sumatera ada pada faktor manusia. Pada 2020, ditemukan 700 jerat yang dipasang warga di sekitar kawasan konsesi.

Sementara, APP Sinar Mas merupakan salah satu perusahaan swasta yang berinisiatif mengedepankan konsesi HTI ramah konservasi harimau sumatera. “Konsesi HTI ramah konvervasi harimau sumatera tujuannya agar terjadi satu sinergi dan hidup berdampingan dalam HTI dan konservasi satwa liar,” kata Head of Conservation APP Sinar Mas Dolly Priatna.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here