Memprihatinkan, Remaja Bunuh Diri hanya Gegara Kalah dalam Game Online Marak di Pakistan

Indonesiainside.id, Laore – Saad (nama samaran), 18, ditemukan tergantung di sebuah kipas langit-langit di kediamannya di Pakistan barat daya awal Juli lalu. Remaja itu dikabarkan bunuh diri setelah kalah dalam sebuah misi di video game online yang terkenal.

Beberapa hari berikutnya, tiga pemuda lainnya dilaporkan melakukan bunuh diri di seluruh negeri, karena alasan yang serupa, memicu perdebatan tentang dampak psikologis dari permainan online tersebut.
Menyusul insiden tersebut, Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA), otoritas regulasi yang dikelola negara, yang sudah ditekan oleh serangkaian keluhan dari orang tua, menerapkan larangan pada beberapa game online.

Namun larangan itu dengan cepat dicabut karena aktivis berpendapat ini adalah serangan terhadap kebebasan berekspresi.
Juru bicara PTA Khurram Mehran mengatakan keputusan untuk memblokir game online diambil setelah pihak berwenang menerima sejumlah keluhan dari berbagai segmen masyarakat terhadap konten tidak bermoral, cabul, dan vulgar di platform tersebut.

“Otoritas tidak berpihak pada pemblokiran platform-platform ini tetapi kami mematuhi hukum untuk mengambil tindakan terhadap konten, yang melanggar pedoman komunitas,” kata Mehran.

PTA melaporkan peningkatan 15% dalam penggunaan internet sejak pemerintah memberlakukan kuncian nasional pada Maret lalu dalam upaya untuk membendung penyebaran virus corona.”Orang-orang menonton konten online lebih dari sebelumnya karena mendukung aktivitas selama penutupan. Platform game online bahkan berubah menjadi turnamen tingkat internasional dengan investasi besar,” kata juru bicara PTA.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here