Kenangan Ulama terhadap Sosok Dani Anwar

Dewan Pengarah Ijtima Ulama sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, almarhum Dani Anwar. Foto: Ist
Dewan Pengarah Ijtima Ulama sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, almarhum Dani Anwar. Foto: Ist

Indonesiainside.id, Jakarta – Berpulangnya Dewan Pengarah Ijtima Ulama sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, almarhum Dani Anwar mengagetkan semua pihak. Terutama orang-orang yang pernah berhubungan langsung dengan almarhum semasa hidupnya, seperti Wakil Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin.

Ustaz Jeje memiliki kenangan saat menjadi petugas haji saat tahun 2007, sementara almarhum Dani Anwar kala itu menjadi petugas dan pengawas dari DPRD Provinsi bidang keagamaan saat masa Gubernur Fauzi Bowo.

“Saat bersama-sama mengawal jamaah haji, kami cukup lama juga bertemu, kalau di kamar saling pijit kaki karena jalannya disana lumayan pegal,” katanya.

Di antara inovasi program haji yang terngiang, salah satunya penambahan jatah makan di Makkah dan Madinah untuk jamaah haji dari Jakarta, meskipun dari provinsi lain belum ada penambahan jatah makan.

“Kalau sekarang kan hampir merata seluruh Indonesia, dulu bantuan dari APBD Provinsi (DKI Jakarta), sampai sekarang juga masih banyak bantuan dari APBD,” ujarnya.

Sepulang dari Haji, kala itu, Dani Anwar maju dalam bursa Pilgub DKI berpasangan dengan mantan Kapolri Adang Daradjatun. Ustaz Jeje sempat berkunjung ke rumahnya sebelum akhirnya almarhum Dani maju ke Pilgub.

“Saya waktu itu juga minta bantuan Bang Dani saat Pemuda Persis memotong pohon besar di Harmoni, sebetulnya kata teman-teman di DPRD pohon itu mau ditebang, tapi penebangnya ada yang sakit, mesin gergajinya tidak jalan dan sebagainya,” tuturnya.

Penebangan pohon besar ini dilakukan setelah ada pengumuman sayembara. Namun penebangan tersebut berkunjung menjadi perkara besar karena dianggap menyalahi aturan perlindungan taman dan kehutanan.

Niat hati mau menebang pohon karena juga mengandung unsur kemusyrikan, Pemuda malah berurusan dengan pihak Polda Metro Jaya. Meskipun akhirnya diputuskan bersalah, dibebaskan dan wajib lapor. “Saat itu, kami minta bantuan Bang Dani, beliau orangnya terbuka, tawadhu dan hanif (lurus) Insya Allah,” ujarnya.

Dani Anwar lahir di Jakarta, 22 Februari 1968 – meninggal di RS AL Mintohardjo, Benhil Jakarta, 3 Agustus 2020 pada umur 52 tahun. Dia adalah seorang politikus dari Partai Keadilan Sejahtera yang mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta 2007 sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Adang Daradjatun.

Ia adalah putra dari pasangan Muhammad Aspali Bin Abduraman (alm) dari Gang Kiapang dan Bani Binti H. Daud Bin Busama dari Kebon Pala Tana Abang. Kakek Dani, (alm) Haji Daud, dikenal masyarakat Kebon Pala sebagai seorang pengajar agama dan Imam Rawatib di Masjid. (Msh)

 

 

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here