15 Tahun Damai Aceh, Puluhan Penyair Akan Terbitkan Antologi Puisi

Caption: Eks kombatan GAM membawa bendera bulan bintang saat berkumpul di Makam Tgk Hasan Tiro, Aceh Besar, Senin (23/12). Foto: Isitimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Puluhan penyair akan ikut serta dalam pembuatan Antologi Puisi Bunga Rampai Puisi Indonesia. Antologi tersebut akan diberi judul “Jakarta seperti Belanda”, yang diambil dari salah satu naskah peserta, yakni puisi Fikar W. Eda.

“Ingatan kolektif kolegial terkait Aceh, rasanya perlu diperkuat dengan berbagai macam tindakan. Baik berupa opini, esai atau tulisan bersifat cerpen dan novel. Ingatan ini harus mampu merujuk berbagai kejadian di suatu tempat dalam satu waktu berbeda,” kata inisiator antologi, Saifullah S, Kamis (6/8).

Pilo, sapaan akrabnya, adalah penyair Aceh kelahiran Pidie Jaya. Ia bilang, ide awal pembuatan antologi puisi ini berawal dari keinginan untuk mengumpulkan kembali sejumlah syair dalam rentang waktu sejak masa konflik, hingga perdamaian yang ditulis oleh berbagai penyair dari seluruh indonesia.

“Penyair adalah pencatat yang baik,” katanya.

Mereka menuliskan berbagai banyak persoalan di berbagai tempat dan waktu berbeda, termasuk menulis puisi tentang Aceh dan berbagai masalah yang dihadapinya, baik pada saat masa lalu atau masa kini.

“Buku ini, tentu saja tidak dimaksudkan untuk mengecilkan atau pun membesarkan pihak manapun. Namun bertujuan guna memugar sejarah di suatu tempat dari beberapa waktu yang telah lalu, bahkan saat Aceh sudah masuk dalam masa damai ini,” jelas dia.

Apalagi, tambah penulis buku puisi Arakundoe itu, antologi ini juga dibuat untuk menyambut 15 Tahun Perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2020 mendatang.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here