Istilah Baru: Mazhab Halal Indonesia, Apa Itu?

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Kementerian Agama, Mastuki. Foto: Ist

Indonesiainside.id, Jakarta – Halal masih menjadi isu menarik untuk diperbincangkan. Bagi seorang muslim, memperhatikan unsur halalan thayyiban dalam setiap makanan dan minumannya agar doa dan ibadahnya diterima Allah SWT adalah suatu keniscayaan.

Dalam dunia perhalalan, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Kementerian Agama, Mastuki menemukan istilah baru, yaitu mazhab halal Indonesia. Makna ini merupakan integrasi antara fiqih dengan sains (ilmu pengetahuan).

“Dalam suatu makanan-minuman, setidaknya ada mazhab fiqih dan mazhab sains, tapi soal fiqih dan sains ini dalam urusan halal menyatu. Apabila mazhab fiqih ini yang halal, sedangkan mazhab sains, yaitu thayyiban,” kata Mastuki dalam diskusi zoombinar, Kamis (6/8).

Lebih lanjut, Mastuki menjelaskan, representasi konsep thayyib terletak pada lembaga pemeriksa halal (LPH). “Nah di LPH nanti ada auditor halal yang memeriksa dan mengauditor kehalalan suatu produk,” katanya.

Sementara, mazhab fiqih merupakan otoritas ulama, di mana hasilnya adalah fatwa produk. “Jadi, dari sini sertifikasi halal menggabungkan dua ini, yaitu istilah halalan tahyyiban, halal tidak hanya menyangkut ranah agama, tapi juga ranah sains,” ujar dia.

Mengenai hal yang berkaitan sertifikasi halal, ia menyebutkan ada tiga aktor yang akan dan sedang menaungi proses tersebut. Pertama, BPJPH, kedua LPH, dan ketiga LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kenapa sih konsumsi produk halal di Indonesia menjadi booming? Kita tahu, secara demografis, populasi muslim di Indonesia sangat banyak, maka kesadaran masyarakat soal halal semakin lama juga semakin meningkat,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here