Seseorang Dapat Disebut Profesor jika Penuhi Syarat Ini

Ilustrasi Molecular Thoughts. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam mempercepat penanganan Covid-19, setiap orang ingin berkontribusi dengan upaya dan usaha terbaiknya. Namun, terkadang upaya ini menabrak kaidah ilmiah dan etika di dunia kesehatan dengan memakai gelar akademik yang terkesan berlebihan.

Anggota tim peneliti Dikti Kemendikbud, Prof Sutikno menyampaikan bahwa jabatan fungsional, seperti profesor merupakan penghargaan tertinggi terhadap seorang akademisi. Gelar ini diberikan kepada dosen yang mengajar dengan sungguh-sungguh, melakukan penelitian, pengkajian mendalam, dan pengabdian serta memiliki interdisipliner keilmuan.

“Jadi, kalau itu dilakukan dalam tentang waktu yang cukup, nanti akan menduduki jabatan fungsional tertinggi. Nah, syarat untuk menjadi profesor, pertama syarat kecukupan kredit akademik harus dipenuhi,” kata Prof Sutikno dalam diskusi di BNPB, Jakarta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan syarat minimal seorang profesor harus ada 850 kecukupan. Selain itu, harus memiliki keahlian karya ilmiah, yaitu satu artikel dengan nilai lebih dan memenuhi persyaratan administrasi.

“Termasuk integritasnya baik, kemudian kampus dan prodinya minimal terakreditasi B,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, ketua konsorsium riset dan inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi, Prof Ali Ghufron Mukti menuturkan bahwa profesi dosen adalah tugas mulia dan berjenjang. Sedangkan profesor adalah jabatan akademik tertinggi.

“Nah, (gelar) profesor ini bukan diberi sebenarnya, tetapi ada prosesnya. Profesor ini harus pernah mendidik (dosen), peneliti, atau mempublikasikan karya ilmiahnya, karena profesor bukan gelar, tapi jabatan akademik,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here