Bila Orang Tua Ragu, Anak Boleh Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Ilustrasi siswa sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kemendikbud memperbolehkan daerah zona kuning menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini juga setelah mendapat persetujuan kepala daerah atau kantor wilayah perwakilan Kementerian Agama dengan melihat kondisi wilayah tersebut.

“Kalaupun Pemda atau Kepala Dinas siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, masing-masing kepala sekolah atau komite sekolah boleh memutuskan untuk tidak dimulai apabila mereka belum siap. Bahkan, kalau orang tua murid tidak mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah, itu adalah hak prerogatif orang tua,” kata Nadiem dalam jumpa pers, Jumat (7/8).

Adapun untuk zona hijau dan zona kuning, pembelajaran dapat dilakukan untuk SMA/SMK, SMP/MTS, SD/MI. Sementara PAUD, TK dan non formal dapat dilakukan dia bulan setelah implementasi.

“Karena protokol kesehatan di level PAUD lebih sulit diterapkan,” ujarnya.

Mengenai madrasah dan asrama di zona kuning akan dilakukan secara bertahap. Masa transisi akan dilaksanakan pada dua bulan pertama.

“Dan untuk SMK, termasuk Perguruan Tinggi boleh melakukan pelajaran praktik dengan mesin-mesin atau laboratorium bukan pelajaran teori. Ini agar kualitas kelulusan mereka terjaga,” katanya.

Nadiem menyebutkan aturan sekolah tatap muka masih seperti kebijakan di SKB sebelumnya. Untuk pendidikan SMP, kapasitas siswa maksimal 18 orang atau 50 persen dengan jarak minimal satu meter, sementara PAUD maksimal lima peserta didik di dalam kelas.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here