Kemenag Tetap Syaratkan Empat Hal Ini ke Pesantren yang Ingin Belajar Tatap Muka

Sejumlah santri Al Kautsar membaca Al Qur'an dengan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona di Masjid Daarul Qur 'an, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jum'at (8/5). Agensi Anadolu/Eko Siswono Toyudho

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Agama mendukung kebijakan bahwa sekolah di zona kuning boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Termasuk persetujuan dari komite sekolah dan pada orang tua siswa.

Menteri Agama, Fachrul Razi menyampaikan, sebelum aturan revisi ini disampaikan ke publik, Kemenag tak membagi pesantren berdasarkan status wilayah. Ada pesantren yang tetap menyelenggarakan pendidikan, ada yang memulangkan sebagian dan memulangkan keseluruhan.

“Karena sejak awal mereka tidak ingin ada zona, tapi kami sampaikan syaratnya empat, pertama wilayahnya aman Covid-19, kedua ustaz dan gurunya aman Covid, santrinya aman Covid, dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” kata Fachrul dalam jumpa pers, Jumat (7/8).

Ia mengakui hal ini juga memudahkan para asatidz di pesantren. Namun, pada saat situasi sekarang bisa lebih sulit karena siswa atau santri bisa pulang pergi (PP).

“Kita harus tekankan kepada orang tua agar betul-betul dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke rumah sehingga mereka tidak terkena dan membawa virus, itu resikonya. Tapi resiko itu harus kita hadapi,” katanya.

Fachrul mengatakan hampir 100 persen pesantren siap menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka. Ini juga setelah mendapat persetujuan dari pemerintah daerah setempat.

“Intinya, kami mendukung apa yang disampaikan Pak Nadiem, karena sejak awal juga kami hampir sulit untuk mengatur,” ujarnya.

Mengenai kurikulum darurat, Kemenag tengah mempersiapkan kurikulum yang ideal. Menurut dia, tak banyak diubah dari kurikulum sebelumnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here