Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning Segera Dimulai, Ini Syaratnya

Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Kabupaten Lebak, belajar di rumah guru. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah tidak bia menunggu lebih lama lagi untuk membuka sekolah tatap muka langsung hingga Covid-19 benar-benar tiada di atas bumi ini. Meski laju insidensi Covid-19 selama dua hari terakhir ini masih menujukkan grafik di atas angka 2.000 kasus, pelajar harus segera masuk kelas.

Sesuai rencana, pembelajaran tatap muka akan dimulai di wilayah yang masuk kategori zona hijau dan kuning. Namun, ada syaratnya. Tidak semua wilayah dengan dua kategori itu bisa langsung diizinkan buka kelas tatap muka langsung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, ada empat persetujuan yang harus dipenuhi untuk membuka kelas saat ini. Empat syarat tersebut, yakni:

  1. Persetujuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Persetujuan kepala sekolah (setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat).
  3. Persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.
  4. Persetujuan dari orang tua peserta didik.

“Jika orang tua tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa,” ungkapnya di Jakarta, Sabtu (8/8.

Menurut dia, penerapan pembelajaran akan dilakukan secara bertahap. Jumlah peserta didik disyaratkan sebanyak 30-50% dari standar peserta didik per kelas. Untuk SD, SMP, SMA dan SMK dengan standar awal 28-36 peserta didik per kelas, kedepan diisi oleh 18 peserta didik

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here