Wamenag: Mau Tidak Mau, Semua Lembaga Pendidikan Harus Berdamai dan Beradaptasi dengan Covid-19

Zainut Tauhid Sa'adi
Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa'adi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan bahwa semua lembaga pendidikan harus beradaptasi dan berdamai dengan pandemi Covid-19. Langkah ini menjadi keputusan terbaik, karena Covid-19 masih menjadi pandemi dan belum tahu sampai kapan akahir berakhir.

“Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan madrasah dan pesantren pun dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang berjalan serba cepat,” kata Zainut Tauhid ketika berkunjung ke Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri 1 Semarang.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan pengarahan kepada jajaran MTs N 1 Semarang serta pejabat yang hadir, ia memotivasi agar madrasah dan pesantren memiliki optimisme tinggi dan produktif dalam menjalani proses pengajaran. Optimisme dan semangat berproduktiv agar dijadikan kiat untuk mencari keberkahan dari musibah Covid-19.

“Kita harus mampu mengambil manfaat dari musibah Covid-19 dengan menciptakan inovasi dan kreativitas baru. Salah satu bentuk manfaat yang dapat kita petik dari Covid-19 adalah percepatan migrasi pembelajaran dari sistem konvensional ke digital sebagai jawaban yang tepat,” katanya.

Ia mengatakan, pembelajaran secara virtual dan alternatif tatap muka saat ini dinilai sebagai proses inovasi, agar pembelajaran tidak berhenti. “Semua juga tidak ada yang dapat meramal hingga kapan Pandemi Covid-19 akan berakhir,” kata Waketum MUI ini.

Tak lupa, ua menyampaikan terima kasih kepada Direktur KSKK Umar yang dinilai berhasil melakukan inovasi-inovasi dalam proses keberlangsungan pendidikan di madrasah di era pandemi ini, hingga prestasi madrasah di Tanah Air saat ini kian meroket. Inovasi virtual, lanjutnya, juga mewabah di tengah masyarakat.

“Pengajian emak-emak pun marak memakai zoom, tukang sayur juga menawarkan dagangan dengan online, para ustaz marak mengisi pengajian dengan virtual. Semua elemen masyarakat dipaksa harus beradaptasi dengan kenormalan baru, kalau tidak ingin ketinggalan,” ujarnya. (Msh)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here